Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kompleks Apartemen yang Dihuni 4 Ribu Warga di Hongkong Terbakar, 13 Penghuni Tewas

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 27 November 2025 | 06:00 WIB

SITUASI kebakaran Tujuh dari 8 menara apartemen publik di Hong Kong, Rabu (26/11/2025).
SITUASI kebakaran Tujuh dari 8 menara apartemen publik di Hong Kong, Rabu (26/11/2025).

Batampos - Kebakaran terjadi di kompleks apartemen Wang Fuk Court di kawasan Tai Po, Hongkong, Rabu (26/11/2025) malam waktu setempat. Sedikitnya 13 orang penghuni dinyatakan tewas dan 15 lainnya terluka setelah api menjalar dengan cepat ke sejumlah bangunan bertingkat tinggi tersebut.

Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan di Hongkong, dalam 30 tahun terakhir.

Hingga berita ini diturunkan, tujuh dari delapan menara di kompleks hunian publik itu masih terbakar. Suhu ekstrem di dalam gedung membuat tim pemadam kebakaran kesulitan menjangkau penghuni yang terjebak di lantai atas.

Seorang pejabat pemadam kebakaran distrik istimewa itu mengungkapkan, mereka masih berkomunikasi dengan sejumlah warga yang terperangkap dan menyarankan mereka menyegel pintu serta jendela menggunakan lakban dan tisu basah demi menghambat asap masuk.

Baca Juga: Fenomena La Nina dan IOD Negatif Akibatkan Asia Tenggara Termasuk Indonesia Alami Musim Hujan dan Banjir Paling Ekstrem

Wang Fuk Court merupakan kawasan hunian publik yang menampung hampir 4.000 warga, dengan sekitar 36 persen mereka adalah penghuni lansia. Banyak dari mereka harus mengungsi tanpa tahu kapan dapat kembali ke rumah. "Tak ada alarm berbunyi yang menandakan kebakaran terjadi di unit kami," ujar salah seorang warga lansia di kawasan itu seperti dikutip dari CNN, malam ini.

Sejumlah warga pun mempertanyakan kondisi sistem keselamatan bangunan di kawasan itu.

Peristiwa kebakaran ini menimbulkan kepanikan ketika perancah bambu, material yang umumnya digunakan dalam konstruksi di Hong Kong yang melapisi sisi gedung itu, mulai terkelupas dan jatuh dari ketinggian 10–20 lantai, menimbulkan percikan api dan membahayakan area di bawahnya.

Warga sekitar hanya bisa menyaksikan dengan ngeri saat asap hitam pekat menyelimuti langit dan puing-puing berjatuhan dari gedung yang terbakar.

Peristiwa kebakaran ini telah ditetapkan sebagai Level Lima, status tertinggi dalam skala penanganan kebakaran di sana. Meski kota ini dikenal memiliki standar keselamatan bangunan yang ketat, peristiwa besar seperti ini jarang tapi kini terjadi.

Para ahli menilai luasnya kerusakan dan besarnya jumlah korban menjadi pukulan berat bagi kota yang dikenal dengan gedung pencakar langit dan tata kelola bangunan yang maju. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#hong kong #Korban Tewas Apartemen Hong Kong #Kebakaran di Appartement Hong Kong #Hong Kong Fire