Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

WHO Mengingatkan Kasus Campak di Dunia Kembali Meledak, Apa Faktor Penyebabnya?

Juliana Belence • Selasa, 2 Desember 2025 | 16:30 WIB
WHO ungkap kasus campak kembali meledak kembali.
WHO ungkap kasus campak kembali meledak kembali.

batampos - WHO melaporkan kematian akibat campak telah menurun 88% sejak tahun 2000 karena vaksinasi pada Jumat (28/11). Namun, kasus infeksi kembali melonjak secara signifikan.

"11 juta infeksi global pada tahun 2024 hampir 800.000 lebih banyak dibandingkan periode pra pandemi," tulis laporan WHO, dikutip dari World Health Organization, Selasa (2/12).

Pada 2023, diperkirakan ada 10,3 juta kasus campak di seluruh dunia. Naik sekitar 20% dibanding tahun 2022 menurut data gabungan Center for Disease Control and Prevention (CDC) dan WHO.

Campak merupakan virus paling menular di dunia. Virus ini memanfaatkan setiap celah dalam pertahanan kolektif tubuh.

Pada 2024, 59 negara melaporkan wabah campak besar hampir tiga kali lipat dari tahun 2021. Tertinggi sejak pandemi COVID-19 dimulai.

Lonjakan kasus terjadi di banyak negara, termasuk Eropa, Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika. Meski vaksin tersedia dan efektif, cakupan vaksinasi global menurun.

Pada 2024, hanya sekitar 84% anak menerima dosis pertama dan 76% menerima dosis kedua. Angka ini jauh di bawah ambang herd immunity ≥ 95%.

Menurut WHO ada beberapa faktor utama penyebab kenaikan kasus campak, dikutip dari World Health Organization:

1. Penurunan cakupan imunisasi sejak pandemi COVID-19

Banyak program vaksinasi tertunda atau terabaikan. Muncul celah kekebalan di banyak komunitas.

2. Populasi besar kurang mendapat dosis lengkap

Anak - anak di negara berpenghasilan rendah dan daerah terpencil susah mendapat akses vaksinasi ini.

3. Misinformasi tentang vaksin

Banyak orang tua yang menunda vaksin bagi anak mereka. Sebagian bahkan tidak percaya terhadap imunisasi.

4. Penyebaran lintas negara

Mobilitas tinggi dan pelonggaran kontrol pandemi membuat virus lebih mudah menyebar.

Campak merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya, terutama bagi balita di bawah lima tahun. Campak bisa menyebabkan kematian bahkan komplikasi jangka panjang seperti pneumonia, radang otak, dan kebutaan.

WHO menekan bahwa solusi paling efektif adalah imunisasi lengkap dua dosis bagi semua anak supaya tercapai kekebalan.

WHO memperingatkan bahwa virus campak tidak mengenal batas negara. Apabila cakupan vaksinasi di komunitas turun di satu wilayah, wabah bisa menyebar kemana saja.(*)

 

 

Editor : Juliana Belence
#WHO #campak #faktor utama penyebab kenaikan kasus campak #vaksinasi