batampos - Bandara utama Lithuania, Vilnius Airport sempat ditutup sementara pada Rabu (3/12). Bukan karena panas, tetapi serangan balon penyelundup asal Belarus.
Pemerintah Lithuania menyatakan bahwa sejumlah besar balon udara diterbangkan dari wilayah Belarus ke ruang udara Lithuania dengan muatan barang ilegal berupa rokok selundupan.
Beberapa balon sempat melayang melewati jalur penerbangan kritis di sekitar bandara.
Risiko terhadap keselamantan penerbangan bisa terganggu maka otoritas menghentikan penerbangan sampai aman.
"Ini sebagai rangkaian lebih dari sepuluh penutupan sejak awal Oktober akibat penyusupan balon dari Belarus," kata Otoritas Lithuania, dikutip dari Reuters, Kamis (4/12).
Ada 60 balon diterbangkan dari kawasan hutan di Belarus. 40 memasuki area yang kritis bagi keselamatan penerbangan yang bisa menjadi insiden paling serius saat ini.
Balon - balon ini dikirim dalam interval waktu yang teratur dan diarahkan ke landasan pacu. Pemerintah Lithuania menilai indisen ini sebagai serangan hibrida terhadap keamanan negara.
Pemerintah Lithuania menawarkan dana 1 juta euro untuk proyek yang dapat membantu mengatasi gangguan tersebut. IT Logika mengembang Sistem Keamanan Ruang Udara Cerdas (IOEAS) untuk mendeteksi dan mengidentifikasi target kapan saja.
Prediksi dan pengenalan lintasan objek akan dilakukan menggunakan algoritma kecerdasan buatan. Langkah lain direncanakan termasuk hukuman yang lebih keras bagi aktivis yang terkait dengan penyelundupan rokok dan perubahan jadwal penerbangan.
Akibat insiden ini puluhan penerbangan dibatalkan, dialihkan, dan tertunda. Sekitar 6.000 penumpang terdampak setelah bandara ditutup selama beberapa jam.
Bandara lain seperti Kaunas Airport juga terkena dampak dan perbatasan darat antara Lithuania dan Belarus sempat ditutup menyusul insiden.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana metode penyelundupan telah berkembang. Kejadian ini menjadi ilustrasi konflik geopolitik bisa memperluas bentuk ancaman.(*)
Editor : Juliana Belence