Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Produksi Minyak Kazakhstan Turun 6 Persen Akibat Kerusakan Terminal Ekspor CPC  Akibat Serangan Drone Ukraina di Laut Hitam

Chahaya Simanjuntak • Jumat, 5 Desember 2025 | 09:00 WIB

Seorang pekerja mengoperasikan rig pengeboran di ladang minyak Airankol yang dikelola Caspiy Neft di Wilayah Atyrau, Kazakhstan, 1 April 2025 lalu. F Pavel Mikheyev/Reuters
Seorang pekerja mengoperasikan rig pengeboran di ladang minyak Airankol yang dikelola Caspiy Neft di Wilayah Atyrau, Kazakhstan, 1 April 2025 lalu. F Pavel Mikheyev/Reuters

Batampos -  Produksi minyak dan suplai gas Kazakhstan turun sekitar 6 persen, setelah fasilitas pemuatan milik Caspian Pipeline Consortium (CPC) di Laut Hitam mengalami kerusakan akibat serangan drone Ukraina, Kamis (4/12/2025) waktu setempat.

Pipa CPC merupakan jalur utama ekspor minyak Kazakhstan. Mengalirkan lebih dari 80 persen total ekspor dari negara itu dan mencakup lebih dari 1 persen pasokan global. Operasional di terminal tersebut, yang terletak di dekat Pelabuhan Novorossiysk, Rusia, sempat dihentikan akhir pekan lalu, setelah satu unit mooring mengalami kerusakan.

Pengiriman kemudian kembali beroperasi menggunakan satu single point mooring (SPM) dari dua SPM yang biasa digunakan. Sementara unit ketiga masih dalam perawatan dan berfungsi sebagai cadangan.

Baca Juga: Maskapai IndiGo Batalkan 1.200 Penerbangan, Seluruh Bandara di India Alami Kekacauan

Salah seorang narasumber, seperti dilansir dari Reuters, produksi minyak dan kondensat Kazakhstan turun menjadi 1,9 juta barel per hari dalam dua hari pertama Desember, lebih rendah dari rata-rata produksi November.

Penurunan produksi tersebut menyoroti dampak serangan drone terhadap anggota OPEC plus itu. Kazakhstan, produsen minyak terbesar ke-12 dunia, mengekspor sekitar 68,6 juta ton minyak pada tahun lalu.

Kementerian Energi Kazakhstan belum memberikan komentar atas penurunan ini.

Satu Mooring CPC Kembali Beroperasi Penuh

Pipa CPC sepanjang 1.500 kilometer mengangkut minyak dari ladang Tengiz, Karachaganak, dan Kashagan menuju Terminal Yuzhnaya Ozereevka di Novorossiysk. Selain pasokan dari Kazakhstan, CPC juga menerima minyak dari produsen Rusia.

Baca Juga: Terampil Public Speaking, Rahasia Percaya Diri Saat Wawancara Kerja atau Tugas Akhir Kuliah ala Kamidia Radisti

Wakil Menteri Energi Kazakhstan, Yerlan Akbarov, mengatakan, salah satu mooring CPC di terminal Laut Hitam telah kembali beroperasi penuh dan tidak ada pembatasan pengangkutan minyak.

Namun, lima sumber industri menyebutkan, Kazakhstan akan mengalihkan lebih banyak minyak melalui pipa Baku–Tbilisi–Ceyhan (BTC) sepanjang Desember ini untuk mengatasi penurunan kapasitas di CPC.

Produsen Kazakhstan juga mengirim minyak ke Pelabuhan Novorossiysk dan Ust-Luga dengan label KEBCO, serta ke Jerman melalui pipa Druzhba. Namun, rute-rute tersebut memberikan margin lebih rendah dan bergantung pada kapasitas operator pipa Rusia, Transneft.

Opsi pengalihan jalur minyak dari Kazakhstan yang tidak memiliki akses laut juga terbatas, terutama karena jaringan pipa Rusia kini semakin terbebani akibat serangan drone yang berulang terhadap kilang dan fasilitas ekspornya. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Pasokan Minyak Global #kazakhstan #serangan ukraina