batampos - OpenAI dikabarkan mempercepat peluncuran GPT-5.2 sebagai respons cepat terhadap keberhasilan Gemini 3 dari Google yang menjadi tolok ukur industri AI. GPT-5.2 awalnya dijadwalkan rilis pertengahan Desember 2025.
Namun, kemunculan Gemini 3 yang rilis bulan November lalu mendapatkan pujian luas dari tokoh industri, termasuk CEO dari beberapa perusahaan besar.
OpenAI akhirnya memajukan peluncuran GPT-5.2 menjadi 9 Desember 2025. Percepatan peluncuran ini terjadi setelah CEO OpenAI, Sam Altman mengeluarkan perintah "code red" awal minggu ini.
Hal tersebut menandai salah satu respons kompetitif tercepat dalam persaingan AI. Evaluasi internal menunjukkan GPT-5.2 melampaui model Google, tetapi OpenAI menolak berkomentar mengenai rilis mendatang.
Code red menandakan urgensi untuk memperbaiki performa inti platform, seperti kecepatan, keandalan, dan respons.
Gemini 3 telah menarik perhatian besar dan meraih posisi teratas dalam sejumlah tolok ukur AI global yang memaksa OpenAI mendorong peningkatan secara agresif agar tetap kompetitif.
Langkah ini sebagai perubahan strategi dari memperkenalkan fitur baru ke memperkuat fondasi agar tetap relevan di tengah persaingan sengit.
Sejak Gemini 3 rilis, para pemimpin industri dan pesaing AI dalam komunitas teknologi mengakui keberhasilan model tersebut.
Elon Musk memberi selamat kepada CEO Google, Sundar Pichai dan kepala DeepMind, Demis Hassabis, walaupun Grok 4.1 kehilangan posisi teratas hanya satu hari setelah peluncuran.
CEO OpenAI, Sam Altman, turut memuji dengan menyebut Gemini 3 sebagai model yang hebat. Ini menjadi sebuah pengakuan publik yang jarang terhadap kesuksesan pesaing.
Tekanan ini menjadikan persaingan performa model AI yang tidak dinilai dari popularitas. Target peluncuran 9 Desember masih bersifat tentatif.
OpenAI sering menyesuaikan jadwal rilis berdasarkan tantangan teknis, kapasitas server, dan tekanan kompetitif. Perilisan GPT-5.2 menunjukkan OpenAI serius mempertahankan posisi di puncak kompetisi AI global.
Pengguna dan developer bisa menantikan kemungkinan kemampuan AI yang lebih canggih ke depan.(*)
Editor : Juliana Belence