batampos - Fenomena aneh warga Swiss yang secara resmi meninggalkan keanggotaan gereja. Perlakuan ini menarik perhatian publik dan analis sosial di Eropa.
Peningkatan jumlah orang yang keluar dari gereja di Swiss dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk kewajiban pajak gereja dan tren sekularisasi yang meningkat.
"Tahun 2022 tercatat lebih dari 34.000 orang meninggalkan Gereja Katolik di seluruh negeri," tulis data statistik lembaga riset keagamaan dan badan statistik, dikutip dari Fsspx News, Selasa (6/1).
Puluhan ribu warga Swiss secara formal mengakhiri keanggotaan mereka di gereja nasional setiap tahunnya.
Di beberapa kanton Swiss, anggota gereja yang terdaftar wajib membayar pajak gereja sebagai bagian dari sistem perpajakan lokal yang dipungut bersama pajak penghasilan.
Tingkat pajak ini mencapai sekitar 1% dari pendapatan. Persentase tertentu dari kekayaan tergantung aturan setempat.
Warga berstatus sebagai anggota gereja akan dikenai pungutan ini sepanjang mereka tetap terdaftar sebagai anggota resmi.
Analis menanggapi fenomena ini dengan dua faktor utama, dikutip dari NYKS:
1. Sekularisasi yang semakin kuat
Kelompok orang yang mengidentifikasi diri sebagai tidak beragama menjadi kelompok terbesar di Swiss. Melebihi persentase penganut agama individual tertentu.
Mereka yang tak lagi merasa terikat secara religius cenderung memilih untuk keluar dari registrasi gereja.
2. Motivasi administratif dan pajak
Sistem pajak gereja di Swiss mengaitkan pembayaran pajak dengan keanggotaan resmi. Beberapa individu memilih keluar dari gereja sebagai langkah administratif sehingga tidak lagi wajib membayar pajak tersebut.
Pakar sosial menekankan bahwa alasan keluar dari gereja bukan semata soal pajak, tetapi perubahan nilai sosial, pengalaman pribadi, serta kritik terhadap institusi gereja setelah berbagai skandal yang sempak mengemuka di beberapa wilayah.
Faktor - faktor lain seperti keterlibatan yang rendah dalam aktivitas gereja juga turut berperan. Kebijakan pajak gereja di Swiss merupakan bagian dari sistem fiskal yang unik.
Warga yang resmi meninggalkan gereja menurut hukum di beberapa kanton bahkan bisa dibebaskan dari kewajiban membayar pajak gereja, sementara wilayah lain aturan berbeda bergantung pada hukum lokal.
Fenomena keluar dari gereja berbeda dengan warga menjadi ateis. Banyak warga mengutip alasan sekularisasi dan kurangnya relevansi personal terhadap agama tertentu.(*)
Editor : Juliana Belence