Bill Clinton Sebut Pemerintahan Trump Pembohong, Terkait Penembakan ICE Kepada Alex Pretti di Minneapolis
Chahaya Simanjuntak• Senin, 26 Januari 2026 | 16:30 WIB
MANTAN Presiden AS, Bill Clinton. F ABC News
Batampos - Mantan Presiden Amerika Serikat,Bill Clinton, mengecam keras tanggapan pemerintahan Presiden Donald Trump atas insiden penembakan oleh petugas ICE yang menewaskanseorang perawat, Alex Pretti.
Clinton menyatakan, pemerintahan Trump telah membohongi rakyat Amerika Serikat tentang apa yang terjadi di lapangan.
Dalam pernyataan yang diposting secara online, Minggu (25/1/2026) waktu setempat, Clinton menggambarkan adegan kekerasan yang terjadi diMinneapolissebagai sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan akan terjadi di Amerika.
Peristiwa itu, yang menjadi viral karena rekaman video banyak pihak, menunjukkan Pretti, seorang warga yang merekam video atas brutalnya petugas ICE, ditembak oleh agen federal setelah insiden dengan petugas ICE.
"Untuk membuat keadaan lebih buruk lagi, di setiap kesempatan, pemerintahan yang berkuasa telahberbohong kepada kita, mengatakan agar kita tidak mempercayai apa yang telah kita lihat dengan mata kita sendiri," tegas Clinton dalam pernyataannya, merujuk pada klaim pemerintahan Trump yang mencoba mengendalikan narasi publik atas insiden tersebut seperti dikutip dari Tabloid Deadline, Senin (26/1/2026).
Clinton menilai, tindakan penegakan oleh federal itu mencerminkan sebuah landskap kekerasan yang semakin meningkat, serta kritik tajam terhadap bagaimana pemerintah federal merespons kejadian tersebut, termasuk pengabaian bukti visual yang tersebar luas.
Clinton menyebut, upaya pemerintah menjelaskan peristiwa itu sebagai serangan politik yang penuh narasi yang kontradiktif. Menurutnya, anggota pemerintahan bahkan berupaya melabeli Pretti sebagai “teroris domestik” sebelum fakta komentator independen menunjukkan, Pretti hanya memegang ponsel, bukan senjata, saat konfrontasi tersebut terjadi.
Komentar Clinton ini merupakan kritik paling keras yang pernah ia sampaikan kepada publik terhadap pemerintahan Trump dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait dengan cara penegakan hukum menangani protes dan penindakan kekerasan.
Clinton Serukan Penguatan Nilai Demokrasi
Clinton juga memperingatkan, jika rakyat Amerika menyerahkan kebebasan mereka setelah lebih dari250 tahun sejarah demokrasi, kebebasan itu mungkin tidak akan pernah kembali. Ia menyerukan agar warga tetap waspada dan mempertahankan prinsip dasar demokrasi negara tersebut.
"Sepanjang hidup kita, hanya ada beberapa momen di mana keputusan dan tindakan kita akan membentuk sejarah selama bertahun-tahun. Inilah salah satunya," tulis Clinton secara resmi melalui laman Twitternya.
Dalam pernyataannya, mantan Presiden AS itu juga menyinggung peristiwa lain yang sedang menjadi isu nasional, termasuk kritik terhadap cara penegakan hukum federal di Minneapolis dan berbagai demonstrasi yang muncul setelah kejadian tragis tersebut.Bukankah ini kontradiksi di tengah Trump membentuk Dewan Perdamaian alias Board of Peacenya itu? (*)