batampos - Industri otomotif Jerman tengah memasuki fase sulit. Dampaknya terasa nyata di sejumlah kota industri.
Friedrichshafen adalah kota yang dibangun di atas kejayaan manufaktur komponen mobil dan kini harus bersiap menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Kehadiran ZF memberikan lapangan kerja bergaji baik, fasilitas publik kuat, dan infrastruktur mumpun yang menopang kesejahteraan ekonomi kota.
Namun, nasib Friedrichshafen perlahan berubah drastis semenjak kompetisi global dari Tiongkok dan laju kendaraan listrik (EV) yang lebih lambar dari yang diperkirakan.
Perusahaan mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 14.000 pekerja di Jerman pada 2024 - 2028. Lebih dari satu per empat tenaga kerja mereka di negara yang terkena dampak itu.
Sebagian besar bergantung pada ZF, termasuk dividen perusahaan. Melemahnya performa ZF berarti tantangan ekonomi besar bagi Friedrichshafen.
Situasi Friedrichshafen mencerminkan tekanan yang lebih luas pada industri otomotif Jerman.
Produsen dan pemasok besar menghadapi tren penurunan dalam beberapa segmen tradisional, terutama sebagaian transisi ke kendaraan listrik belum menghasilkan permintaan yang cukup kuat untuk mengimbangi penurunan produksi mobil konvensional.
Struktur ekonomi Friedrichshafen sangat terkait dengan industri suku cadang mobil.
Penurunan permintaan global dan tantangan transformasi ke kendaraan listrik membuat masa depan kota ini menjadi tidak pasti.
Pertumbuhan dan peluang kerja dalam industri EV yang lebih baru belum sepenuhnya menggantikan peran industri lama.
Kota menghadapi risiko stagnasi pertumbuhan jika diversifikasi ekonomi dan dukungan kebijakan tidak berhasil memperkuat alternatif sumber pendapatan.
Masuknya komponen otomotif dari pabrikan Tiongkok ke pasar Jerman menambah tekanan kompetitif terhadap pemasok lokal.
Situasi tersebut yang ikut memperlemah posisi perusahaan besar seperti menghasilkan dampak signifikan pada basis industri tradisional di kawasan Friedrichshafen.
Walaupun ada harapan dari pertumbuhan mobil listrik dan diversifikasi industri di Jerman secara lebih luas, peluang tersebut belum sepenuhnya menggantikan peran industri lama secara signifikan.(*)
Editor : Juliana Belence