batampos - Langkah tegas diambil Vatikan dengan menolak bergabung dalam Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump.
Keputusan ini dinilai sebagai upaya menjaga netralitas moral dan diplomatik Vatikan dalam dinamika politik global yang semakin kompleks.
"Penanganan krisis internasional semestinya berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB)," ujar Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, dikutip dari Reuters, Kamis (19/2).
Pernyataan tersebut mencerminkan keprihatinan Vatikan terhadap arah dan struktur Dewan Perdamaian.
Kekhawatiran bahwa inisiatif itu bisa mengaburkan peran lembaga internasional yang sudah ada.
Baca Juga: Porsche Macan GTS Electric 2026 Resmi Hadir, SUV Listrik 563 HP yang Disebut ‘Sweet Spot’
Vatikan menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) seharusnya menjadi otoritas utama dalam menangani krisis internasional seperti konflik Gaza.
Keikutsertaan dalam badan yang dipimpin negara tertentu dipandang dapat mengaburkan netralitas moral Vatikan dalam diplomasi global.
Respon Vatikan ini setelah undangan bergabung datang. Namun, setelah evaluasi lebih lanjut mereka memilih untuk tidak mengambil bagian.
Board of Peace diluncurkan oleh Donald Trump sebagai badan internasional yang bertujuan mengawasi rekonstruksi Gaza dan peran dalam konflik global lain di masa depan.
Donald Trump akan memimpin dewan ini sendiri sebagai ketua. Inisiatif ini telah menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk beberapa negara sekutu AS yang menolak atau berhati - hati bergabung.
Kritik mencakup kekhawatiran bahwa dewan tersebut bisa mengurangi peran PBB dan memperkuat dominasi satu negara atas agenda perdamaian global.(*)
Editor : Juliana Belence