Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Lamborghini Hentikan Rencana Mobil Listrik Penuh, Utamakan PHEV

Juliana Belence • Selasa, 24 Februari 2026 | 14:15 WIB

Lamborghini fokus pada PHEV.
Lamborghini fokus pada PHEV.

batampos - Lamborghini resmi mengubah strategi elektrifikasinya dengan memutuskan untuk membatalkan proyek EV dan lebih fokus pada pengembangan plug in hybrid (PHEV).

Keputusan ini menjadi sorotan industri otomotif global karena Lamborghini termasuk salah satu merek mewah yang sempat menunjukkan komitmen kuat menuju elektrifikasi penuh.

Model Lanzador yang diperkenalkan sebagai konsep EV dan diproyeksikan hadir 2028 atau 2029, tidak akan masuk jalur produksi karena permintaan pelanggan yang lemah.

Keputusan tersebut menunjukkan perubahan signifikan dalam strategi elektrifikasi Lamborghini.

"Minat pasar terhadap EV supercar sangat rendah bahkan disebut hampir mendekati nol di antara basis pelanggan merek tersebut," ujar CEO Lamborghini Stephan Winkelmann, dikutip dari Yahoo! Autos, Selasa (24/2).

Baca Juga: Jangan Install! Ekstensi Chrome AI Palsu Ini Bisa Bobol Akun dan Email

Melanjutkan investasi besar dalam pengembangan EV tanpa permintaan nyata berisiko menjadi hobi mahal secara finansial bagi perusahaan.

Lamborghini akan mengganti rencana itu dengan model plug in hybrid (PHEV).

Semua model baru yang dijadwalkan diluncurkan hingga tahun 2030 kini akan mengandalkan teknologi hybrid bukan hanya motor listrik baterai penuh.

Langkah ini mencerminkan fokus perusahaan pada pengalaman berkendara yang tetap mempertahankan karakter khas Lamborghini, termasuk sensasi mesin pembakaran internal dan performa.

Menurut CEO Winkelmann masih menjadi daya tarik utama bagi pembeli supercar.

Lamborghini juga berkomitmen mempertahankan produksi mesin pembakaran selama mungkin sembari memenuhi tantangan regulasi emisi global.

Model Lanzador yang dibatalkan semula dirancang sebagai supercar EV 2+2 dengan performa tinggi, tetapi evaluasi internal dan umpan balik dari pelanggan menyebabkan keputusan strategis ini dibuat di akhir 2025.

Perusahaan tidak sepenuhnya menutup kemungkinan EV di masa depan, tetapi hanya ketika waktunya tepat.

Perubahan arah ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di industri kendaraan mewah.

Permintaan EV high end belum tumbuh sesuai ekspektasi dan beberapa produsen memilih memperluas lini kendaraan hybrid sebagai solusi jangka menengah.(*)

Editor : Juliana Belence
#Lamborghini #lanzador #ev #PHEV