Batampos - Bos kartel narkoba paling dicari di Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, tewas dalam operasi militer di negara bagian Jalisco, Minggu (23/2/2026). Operasi tersebut memicu gelombang kekerasan yang menewaskan sedikitnya 62 orang di berbagai wilayah.
Pemerintah Meksiko mengungkapkan, informasi mengenai hubungan asmara Oseguera membantu tim garda nasional melacak lokasi persembunyiannya di Tapalpa, sebuah kota kecil di Jalisco. Namun, tidak diungkapkan siapa perempuan yang menjadi pasangan bos kartel tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya 62 orang tewas dalam penggerebekan dan kekerasan susulan, termasuk 25 anggota Garda Nasional dan 34 tersangka anggota kartel. Loyalis kartel membalas dengan membakar kendaraan dan mendirikan 85 blokade jalan di lebih dari 12 negara bagian.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Pardo menyatakan, situasi mulai terkendali dan blokade telah diamankan aparat. "Kami mengerahkan 2.000 personel tambahan ke Jalisco (basis utama Jalisco New Generation Cartel atau CJNG). Kekerasan yang meluas hingga ke berbagai daerah memicu kekhawatiran warga dan wisatawan segera ditertibkan," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24/2/2026).
El Mencho yang juga menjadi rival utama Sinaloa Cartel, juga merupakan target buronan utama Pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan hadiah 15 juta dolar AS.
Pemerintah AS disebut memberikan dukungan intelijen, membantu mengidentifikasi lokasi kompleks persembunyian di Tapalpa. Namun Presiden Sheinbaum menegaskan tidak ada keterlibatan langsung pasukan AS dalam operasi tersebut.
"Tidak ada partisipasi pasukan Amerika Serikat. Yang ada adalah pertukaran informasi," tegas Sheinbaum.
Menurut Kementerian Pertahanan Meksiko, El Mencho atau Oseguera terluka dalam baku tembak dengan pasukan khusus di kawasan hutan dekat Tapalpa. Ia bersama dua pengawalnya diterbangkan ke Mexico City, namun meninggal dunia dalam perjalanan.
Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengatakan aparat menemukan senjata berat di lokasi, termasuk peluncur granat, roket, dan mortir.
Jaksa Agung Meksiko menyebutkan, penyelidikan dilakukan di 14 negara bagian, sementara Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch menyatakan sedikitnya 70 orang telah ditangkap di tujuh negara bagian.
Dampak ke Pariwisata dan Ekonomi
Kekerasan berdampak langsung pada sektor transportasi dan pariwisata. Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan sejak Minggu lalu. Saham maskapai dan operator bandara Meksiko dilaporkan turun lebih dari 4 persen pada perdagangan Senin pagi.
Beberapa maskapai mulai memulihkan jadwal penerbangan ke destinasi populer seperti Puerto Vallarta dan Guadalajara.
Selain pariwisata, Jalisco juga dikenal sebagai pusat manufaktur elektronik dan semikonduktor, serta sentra pertanian telur, buah beri, alpukat, dan produksi tequila. Analis menilai jika situasi berlarut, dampaknya bisa meluas ke sektor industri strategis.
Baca Juga: PN Batam Adili Terdakwa TPPO, Perekrut PMI ke Judi Online Kamboja Dijerat Pasal Berlapis
Kematian Oseguera menjadi pukulan besar bagi CJNG sekaligus kemenangan bagi pemerintah Meksiko di tengah tekanan Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan pemberantasan kartel narkoba.
Namun, Trump kembali mendesak Meksiko memperkuat upaya melawan kartel dan perdagangan narkoba.
Di sisi lain, pemerintah Meksiko juga menyoroti perlunya AS membatasi arus penjualan senjata ilegal. Data pemerintah AS menunjukkan sekitar 70 persen senjata ilegal yang dilacak di Meksiko berasal dari Amerika Serikat.
Kematian El Mencho dinilai dapat memicu restrukturisasi internal kartel dan berpotensi menimbulkan kekerasan lanjutan di negara yang selama bertahun-tahun bergulat dengan konflik berdarah akibat kejahatan terorganisir tersebut. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak