batampos - Pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho, dilaporkan tewas dalam operasi militer Meksiko pada Minggu (22/2), di negara bagian Jalisco.
Operasi tersebut melibatkan pasukan khusus yang telah lama memburu bos kartel paling dicari itu.
Lokasi persembunyiannya diketahui berkat intel yang diperoleh dari intelijen militer Meksiko yang dibantu oleh informasi dari jaringan dekatnya.
Pasukan khusus tentara didukung oleh helikopter, kendaraan tempur, dan pengintaian, mengepung area yang menjadi tempat persembunyian El Mencho.
Saat pasukan mendekat, pengawal dan anggota kartel membuka tembakan dan terjadi baku tembak sengit.
Dalam baku tembak awal beberapa anggota CJNG tewas saat mencoba melawan pasukan keamanan. El Mencho dan dua orang pengawalnya terluka parah dalam konfrontasi tersebut.
Kemudian, meninggal saat dibawa ke fasilitas medis. CJNG diketahui menjadi pemasok utama narkoba seperti fentanyl, methamphetamine, serta kokain.
Kabar kematiannya memicu gelombang balas dendam berskala besar oleh anggota CJNG dan kelompok sekutunya. Blokade jalan dengan kendaraan yang dibakar di puluhan negara bagian.
Setidaknya lebih dari 70 orang tewas setelah bentrokan terjadi antara kartel dan pasukan keamanan, termasuk puluhan anggota Garda Nasional serta tersangka kriminal.
Kejadian ini tercatat setidaknya 20 dari 32 negara bagian Meksiko, termasuk di Jalisco, Michoacan, Guanajuato, Aguascalientes, dan Tamaulipas.
Pemerintah Meksiko telah menambah sekitar 10.000 tentara dan pasukan Garda Nasional untuk memulihkan keamanan setelah bentrokan pasca kematian El Mencho.
Kekerasan kartel juga menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap pariwisata dan acara internasional, seperti FIFA World Cup 2026 yang akan berlangsung di Meksiko dalam beberapa bulan mendatang.
El Mencho telah lama menjadi target utama pemerintah Meksiko dan AS karena perannya dalam perdagangan narkoba lintas negara serta penggunaan kekerasan ekstrem terhadap otoritas dan rival.
Selama bertahun - tahun, ia berhasil menghindari penangkapan sebelum akhirnya tewas dalam operasi militer ini.
Kematian El Mencho menjadi pukulan besar bagi CJNG, tetapi tidak otomatis mengakhiri organisasi tersebut karena struktural kartel yang masih kuat.
Para analis menilai kematian tokoh utama sering memicu vakum kekuasaan atau perebutan pengaruh di antara kelompok faksi kartel lain yang dapat memicu banyak kekerasan dalam jangka menengah.(*)
Editor : Juliana Belence