batampos - Pemerintah Spanyol menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer di wilayahnya dalam operasi militer yang berkaitan dengan konflik dengan Iran.
Keputusan tersebut memicu perhatian internasional karena fasilitas militer di Spanyol selama ini menjadi salah satu titik strategis operasi militer AS di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
“Pangkalan militer di wilayah Spanyol tidak boleh digunakan untuk operasi yang tidak memiliki dasar hukum internasional atau mandat dari Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB),” kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, dikutip dari The Guardian, Jumat (6/3).
Penolakan berkaitan dengan dua fasilitas militer yang digunakan bersama oleh AS dan Spanyol, yaitu pangkalan angkatan laut Rota di Cádiz dan Morón Air Base di Sevilla.
Meskipun kedua pangkalan digunakan oleh militer AS berdasarkan perjanjian bilateral, kedaulatan atas fasilitas tersebut tetap berada di tangan pemerintah Spanyol sehingga penggunaannya harus mendapat persetujuan Madrid.
Pemerintah Spanyol juga menyerukan deeskalasi konflik dan penyelesaian diplomatik untuk menghindari perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Setelah penolakan, sejumlah pesawat militer AS yang sebelumnya berada di pangkalan Rota dan Morón dilaporkan meninggalkan Spanyol dan dipindahkan ke pangkalan lain di Eropa.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan sekitar 15 pesawat militer, termasuk pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara, dipindahkan ke pangkalan seperti Ramstein di Jerman.
Keputusan Spanyol ini memicu ketegangan diplomatik dengan Amerika. Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dengan Spanyol sebagai respons atas penolakan.
Langkah ini dinilai sulit dilakukan karena perdagangan Spanyol dengan AS juga berada dalam kerangka hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Spanyol menunjukkan penolakan untuk terlibat dalam operasi militer.
Menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta kepatuhan terhadap hukum internasional.(*)
Editor : Juliana Belence