batampos - Lonjakan penghapusan aplikasi ChatGPT dilaporkan terjadi di Amerika Serikat setelah muncul kontroversi mengenai kerja sama militer dengan AS.
Kekhawatiran sebagian pengguna terkait kemungkinan penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam sektor militer.
"Tingkat uninstall ChatGPT di Amerika Serikat melonjak hingga 295% dalam satu hari pada 28 Februari 2026," tulis data perusahaan analitik aplikasi Sensor Tower, dikutip dari Tech Crunch, Selasa (10/3).
Lonjakan terjadi tak lama setelah kabar kerja sama OpenAI dengan Departemen Pertahanan AS menjadi sorotan publik.
Tingkat uninstall harian ChatGPT relatif stabil dengan rata - rata sekitar 9% selama 30 hari terakhir.
Namun, setelah isu kerja sama menyebar luas banyak pengguna bereaksi dengan menghapus aplikasi sebagai bentuk protes.
Pengguna khawatir terhadap potensi penggunaan AI untuk pengawasan maupun sistem senjata otonom.
Dampak kontroversi juga terlihat dari penurunan jumlah unduhan aplikasi. Unduhan ChatGPT di Amerika Serikat turun 13% pada hari pengumuman kerja sama.
Kembali turun 5% pada hari berikutnya. Ulasan negatif meningkat tajam dengan rating bintang satu melonjak hingga 775%.
Ulasan bintang lima menurun sekitar 50%. Pesaing ChatGPT yakni Claude milik Anthropic justru mengalami peningkatan popularitas.
Unduhan aplikasi Claude di AS dilaporkan naik 37% pada 27 Februari dan 51% pada 28 Februari. Sempat melampaui ChatGPT di tangga unduhan App Store.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa keputusan perusahaan teknologi untuk bekerja sama dengan sektor pertahanan dapat mempengaruhi persepsi publik.
Banyak pengguna menilai transparansi dan etika penggunaan AI menjadi sektor penting dalam menjaga kepercayaan terhadap platform teknologi yang digunakan sehari - hari.(*)
Editor : Juliana Belence