Batampos - Sebanyak 27 perwakilan pemimpin muda dari berbagai daerah di Indonesia berangkat ke Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti program pertukaran Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Professional Fellowsip Musim Semi 2026.
Para peserta telah tiba diAS pada 9 Maret 2026 lalu. Mereka akan mengikuti program pengembangan profesional serta pertukaran budaya selama enam minggu hingga 16 April 2026 mendatang.
Peserta program ini berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari lembaga pemerintah, sektor swasta, organisasi nonpemerintah, hingga kalangan akademisi. Mereka mewakili berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jamie Ravetz, mengatakan, pihaknya bangga dapat mendukung pengembangan generasi pemimpin muda Indonesia melalui program tersebut.
"Pertukaran ini tidak hanya meningkatkan keahlian profesional, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang antara negara kita. Kami menantikan dampak positif yang akan dihasilkan para peserta bagi komunitas mereka dan kawasan," ujarnya.
Baca Juga: Lapor Pak, Lampu PJU di Tarempa Selatan Padam dan Sangat Membahayakan Pengguna Jalan di Malam Hari
Dalam program ini, para peserta akan ditempatkan di berbagai organisasi sektor publik maupun swasta di Amerika Serikat untuk mengikuti program pertukaran profesional secara intensif.
Selain memperoleh pengalaman kerja langsung sesuai bidang masing-masing, peserta juga akan memperluas jaringan profesional, berdiskusi dengan mitra dari Amerika Serikat yang menghadapi tantangan serupa, serta mengikuti lokakarya pengembangan profesional dan kegiatan virtual.
Setelah menyelesaikan program dan kembali ke Indonesia, peserta terpilih juga berkesempatan memperoleh pendanaan untuk menjalankan rencana aksi lanjutan guna mengatasi berbagai tantangan di komunitas asal mereka.
Salah satu peserta program, Yusuf, yang merupakan analis hukum muda di Kementerian Pertahanan RI, mengatakan dirinya ingin memanfaatkan program ini untuk meningkatkan kemampuan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Ia juga berharap dapat mempelajari praktik terbaik manajemen kontrak, manajemen risiko, serta penyelesaian sengketa dari AS.
"Program ini diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan, pemahaman lintas budaya, serta kemampuan kebijakan saya, sehingga dapat mendorong transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam sistem hukum pengadaan publik dan pertahanan di Indonesia," katanya.
Program YSEALI sendiri merupakan inisiatif unggulan Pemerintah AS yang bertujuan memperkuat kepemimpinan generasi muda di kawasan Asia Tenggara. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak