Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Menkeu Purbaya Bantah Isu Resesi, Sebut Ekonomi Indonesia Masih Kuat

M Tahang • Minggu, 15 Maret 2026 | 12:00 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/3/2026). F. Salman Toyibi/Jawa Pos
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/3/2026). F. Salman Toyibi/Jawa Pos

batampos – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut ekonomi Indonesia sedang menuju resesi. Menurut dia, sejumlah indikator ekonomi justru menunjukkan tren penguatan, terutama di sektor manufaktur dan konsumsi masyarakat.

Dalam sidang kabinet paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto, Purbaya menegaskan fondasi ekonomi nasional saat ini berada dalam kondisi yang kuat.

Salah satu indikator yang disorot adalah Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Februari yang mencapai 53,8. Angka tersebut menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan ekspansi aktivitas industri.

Ia juga menanggapi sejumlah pandangan yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia sedang memburuk. Menurutnya, data konsumsi masyarakat justru memperlihatkan tren peningkatan.

Hal tersebut terlihat dari Mandiri Spending Index yang terus meningkat serta pertumbuhan penjualan ritel yang dinilai cukup signifikan.

“Sengaja saya sampaikan karena di luar banyak yang bilang kita sudah resesi. Padahal PMI kita justru naik ke level yang tinggi,” ujar Purbaya, Jumat (13/3).

Selain itu, indeks keyakinan konsumen juga tercatat berada di level 125,2. Angka tersebut menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih relatif kuat.

Penjualan Mobil dan Modal Asing Meningkat

Indikator lain yang menunjukkan aktivitas ekonomi membaik adalah penjualan mobil yang tumbuh 12,2 persen pada Februari. Pertumbuhan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi tahun sebelumnya yang sempat mengalami kontraksi.

Di sisi lain, kepercayaan investor asing terhadap ekonomi Indonesia juga dinilai tetap terjaga. Meski kondisi global bergejolak, aliran modal asing masih masuk ke pasar saham serta instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada Maret 2026.

“Artinya investor asing masih percaya kepada ekonomi Indonesia,” kata Purbaya.

Inflasi Dinilai Masih Terkendali

Purbaya juga menanggapi angka inflasi yang tercatat 4,64 persen. Menurutnya, angka tersebut perlu dilihat secara lebih komprehensif karena dipengaruhi faktor teknis terkait kebijakan subsidi listrik pada tahun sebelumnya.

Jika faktor tersebut dikeluarkan dari perhitungan, inflasi riil Indonesia diperkirakan berada di kisaran 2,59 persen.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai ruang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup terbuka tanpa risiko tekanan inflasi yang berlebihan.

Sinergi Kebijakan Dijaga

Pemerintah, kata Purbaya, juga terus menjaga stabilitas ekonomi melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Penyaluran kredit per Januari 2026 tercatat tumbuh sekitar 10 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh upaya menjaga likuiditas di sektor keuangan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Meski harga minyak dunia berfluktuasi, pemerintah menilai ketahanan ekonomi Indonesia cukup kuat untuk menghadapi dinamika global.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut hingga akhir tahun. (*)

Editor : M Tahang
#ekonomi indonesia #Menkeu Purbaya #isu resesi