batampos - Nama Freelander kembali mencuri perhatian setelah lama menghilang dari pasar otomotif global.
Kolaborasi strategis antara Jaguar Land Rover dan Chery berhasil membuat nama tersebut dihidupkan kembali sebagai brand baru yang fokus pada kendaraan elektrifikasi.
Peluncuran bukan sekadar menghadirkan model baru, tetapi memperkenalkan Freelander sebagai merek kendaraan elektrifikasi (NEV) yang berdiri terpisah dari lini utama Jaguar Land Rover.
Model pertama Freelander dijadwalkan debut pada 31 Maret 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar kedua perusahaan untuk memperluas pasar kendaraan listrik dan hybrid, terutama di Tiongkok sebelum ekspansi global.
Model pertama Freelander akan hadir sebagai SUV besar berkapasitas enam penumpang dengan sistem plug in hybrid atau elektrifikasi lainnya.
Desain kendaraan mengusung gaya kotak (boxy) khas SUV off-road. Mengingatkan pada DNA klasik Land Rover dengan sentuhan modern seperti lampu LED futuristik.
Beberapa bocoran bahkan menyebut tampilannya mirip mini Defender versi terbaru.
Mobil ini akan dibangun menggunakan platform elektrifikasi milik Chery, sementara desain dan karakter premium tetap dikembangkan oleh Jaguar Land Rover.
Freelander yang sebelumnya dikenal sebagai model SUV Land Rover (diproduksi hingga 2015) kini berevolusi menjadi brand baru yang fokus pada kendaraan listrik dan hybrid.
Kerja sama berawal dari kesepakatan strategis pada 2024. Kedua perusahaan sepakat menghidupkan kembali nama Freelander sebagai lini kendaraan energi baru yang diproduksi di Tiongkok melalui joint venture mereka.
Strategi ini mencerminkan ambisi kedua perusahaan untuk bersaing di pasar SUV elektrifikasi global yang semakin ketat, terutama dengan masuknya banyak pemain baru dari Tiongkok.
Peluncuran awal Freelander akan difokuskan untuk pasar Tiongkok. Jaguar Land Rover dan Cherry telah membuka peluang ekspansi ke pasar global, termasuk Eropa dan Inggris.(*)
Editor : Juliana Belence