Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

830 Kg Sisik Trenggiling Disita di Singapura, Diduga dari Indonesia

M Tahang • Minggu, 29 Maret 2026 | 12:30 WIB

ICA mencegat sebuah truk yang membawa kargo laut yang dideklarasikan secara palsu sebagai “kulit ikan kering” di Stasiun Pemindaian Jurong. F. Facebook NParks
ICA mencegat sebuah truk yang membawa kargo laut yang dideklarasikan secara palsu sebagai “kulit ikan kering” di Stasiun Pemindaian Jurong. F. Facebook NParks

batampos — Otoritas Singapura menggagalkan upaya penyelundupan sisik trenggiling dalam jumlah besar. Lebih dari 830 kilogram sisik diamankan, yang diperkirakan berasal dari sekitar 2.200 ekor hewan dilindungi.

Dilansir dari BH Online, pengungkapan kasus ini dilakukan pada 29 Desember 2025 oleh petugas Immigration and Checkpoints Authority (ICA) di Stasiun Pemindaian Jurong, setelah menghentikan sebuah truk pengangkut kargo laut.

Kargo tersebut diketahui dideklarasikan secara palsu sebagai “kulit ikan kering” untuk mengelabui pemeriksaan.

National Parks Board (NParks) mengungkapkan, berdasarkan penyelidikan awal, pengiriman tersebut hanya transit di Singapura. Barang diduga berasal dari Indonesia dan hendak dikirim ke Kamboja.

Hasil uji forensik menunjukkan sisik tersebut berasal dari Tenggiling Sunda, salah satu spesies yang terancam punah di kawasan Asia Tenggara.

NParks menegaskan, pemerintah Singapura menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk perdagangan ilegal satwa liar, termasuk bagian tubuh dan produk turunannya.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat di jalur perdagangan internasional, sekaligus menunjukkan efektivitas koordinasi antarinstansi dalam membongkar jaringan kejahatan lintas negara.

Perdagangan trenggiling sendiri dilarang berdasarkan CITES, yang mengatur perlindungan spesies flora dan fauna terancam punah.

Trenggiling dikenal sebagai salah satu mamalia paling terancam di dunia. Sisiknya memiliki nilai ekonomi tinggi di sejumlah negara, seperti China dan Vietnam, karena digunakan dalam pengobatan tradisional.

Namun, secara ilmiah, sisik trenggiling—yang tersusun dari keratin seperti kuku manusia—tidak terbukti memiliki manfaat medis. (*)

Editor : M Tahang
#singapura #sisik trenggiling