batampos - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan rencana kerja sama dengan sejumlah negara dalam operasi damai untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
“Kami ingin membuka kembali Selat Hormuz,” ujar Macron saat berbicara di Universitas Yonsei dalam kunjungannya ke Korea Selatan, Jumat (3/4).
Ia menjelaskan, Prancis tengah berkoordinasi dengan sejumlah negara untuk merancang misi damai guna mengawal kapal tanker dan kapal kargo yang melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Menurut Macron, operasi itu akan bergantung pada penerapan mekanisme dekonfliksi dengan Iran, setelah tercapainya gencatan senjata atau situasi kawasan menjadi lebih stabil.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut bertujuan memastikan keberlanjutan gencatan senjata serta mendorong negosiasi menyeluruh. Selain itu, upaya ini juga diharapkan memberi komunitas internasional akses pemantauan terhadap aktivitas nuklir, balistik, dan jaringan proksi Iran di kawasan.
Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, mengalami gangguan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Kondisi ini memicu lonjakan harga energi global.
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan yang beragam terkait langkah Washington dalam merespons situasi tersebut. Namun, ia juga menyerukan kepada negara lain, termasuk Prancis, untuk turut membantu mengamankan jalur maritim vital tersebut. (*)
Editor : Jamil Qasim