Batampos - Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong merespon serius perang Iran dengan dampaknya di negara itu. Ia pun mengumumkan pembentukan komite khusus energi (HCMC) di tingkat kementerian, Kamis (2/4/2026) lalu.
Wong menegaskan, gangguan berkepanjangan terhadap sumber dan jalur distribusi energi di Timur Tengah dapat menimbulkan konsekuensi yang parah bagi perekonomian dunia, termasuk Singapura.
Mereka pun membentuk Homefront Crisis Ministerial Committee, yang dipimpin Menteri Koordinator Keamanan Nasional, K Shanmugam dan didampingi Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong.
"Komite ini bertugas memperbarui rencana darurat serta menyusun strategi baru menghadapi perkembangan situasi Timur Tengah. Ini belum pernah terjadi sebelumnya," ungkap Wong dalam Channel Whatsapp miliknya.
Baca Juga: Hujan Badai tewaskan 121 Orang di Afghanistan dan Pakistan Dalam Dua Pekan
Komite tersebut, kata Wong, merupakan bagian dari kerangka manajemen krisis nasional Singapura yang dirancang khusus mengoordinasikan respons lintas kementerian dalam situasi darurat besar. "Ini bertujuan menjaga stabilitas Singapura semaksimal mungkin," ujarnya.
Wong mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah aktif dalam memperkuat ketahanan energi dan rantai pasok nasional. Sejauh ini, negara jiran tersebut mengklaim masih mampu mengelola gangguan awal, termasuk dengan menyesuaikan produksi kilang serta mencari sumber pasokan energi alternatif di luar kawasan Timur Tengah.
Selain itu, negara ini juga aktif mengimpor gas alam cair (LNG) sebagai bagian dari mengamankan pasokan dari berbagai sumber global, seperti Australia dan Selandia Baru guna mengurangi ketergantungan dari negara terdampak konflik.
Tak hanya itu, negara ini juga mengimpor gas pipa atau Piped Natural Gas dari Kepri, Indonesia.
Catatan redaksi, Singapura masih mengimpor gas pipa dari beberapa wilayah di Kepri dan kawasan Sumatera hingga 2028 mendatang. Penyalurannya melalui Natuna dan Batam lewat jalur pipa Grissik-Batam-Singapura yang dioperasikan PT Transgasindo (TGI). (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak