batampos - Ford semakin serius memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik (EV) Eropa dengan menjajaki kolaborasi strategis bersama Renault.
Ford akan memanfaatkan platform kendaraan listrik milik Renault untuk mengembangkan model baru yang lebih efisien dan kompetitif di segmen mobil kompak. Ford menegaskan bahwa kendaraan tidak akan kehilangan identitasnya.
"Mobil - mobil tetap akan memiliki swagger atau karakter khas Ford, terutama dalam hal desain dan pengalaman berkendara," ujar CEO Ford, Jim Farley, dikutip dari Yahoo Autos, Senin (6/4).
Kolaborasi mencakup pengembangan dua mobil listrik yang akan dibangun menggunakan platform EV milik Renault, termasuk arsitektur Ampere yang dirancang untuk kendaraan listrik kompak.
Kedua model dijadwalkan meluncur di pasar Eropa sekitar tahun 2028. Ford menekan bahwa mobil yang dihasilkan tidak akan terasa sebagai produk sekadar ganti logo.
Baca Juga: Mercedes GLE 2027 Hadir dengan AMG 53 Hybrid Tenaga Capai 577 HP
Perusahaan ingin memastikan kendaraan tetap memiliki DNA khas Ford, termasuk performa dan karakter berkendara yang berbeda dari kompetitor.
Perusahaan mulai meninggalkan beberapa model konvensional dan fokus pada kendaraan listrik yang lebih terjangkau.
Ford dapat mengalihkan fokusnya ke aspek diferensiasi seperti desain eksterior, interior, serta penyempurnaan pengalaman berkendara.
Strategi juga mencerminkan perubahan arah Ford di Eropa yang fokus pada kendaraan listrik terjangkau. Pemanfaatan platform Renault membuat Ford memangkas biaya pengembangan.
Langkah ini muncul di tengah tantangan besar yang dihadapi industri otomotif, terutama tingginya biaya pengembangan EV dan persaingan ketat dari produsen Eropa maupun Tiongkok.
Ford tetap bersaing di segmen mobil listrik kecil yang sedang berkembang pesat. Kerja sama lintas produsen saat ini menjadi tren di industri otomotif global.(*)
Editor : Juliana Belence