Batampos - Misi luar angkasa Artemis II mencetak sejarah baru setelah para astronaut berhasil mengitari sisi jauh bulan dan mencapai jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia di luar angkasa sejak 54 tahun lalu.
Empat awak yang terlibat dalam misi ini terdiri dari tiga astronaut Amerika Serikat (AS), yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronaut asal Kanada, yakni Jeremy Hansen.
Namun di balik pencapaian besar tersebut, berapa sebenarnya gaji yang para astronautnya terima? Melansir Fortune, Kamis (9/4/2026), kompensasi yang diterima para astronaut tergolong biasa. Mereka tidak mendapatkan bonus kinerja, uang lembur, maupun tunjangan risiko.
Astronaut Amerika Serikat diketahui menerima gaji pemerintah yang maksimal sekitar 152.000 dolar AS (Sekitar Rp 2,5 miliar) per tahun, sementara astronaut Kanada mengikuti skema serupa.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Ancam Perairan Batam, Pengguna Transportasi Laut Diminta Waspada
Menurut pengamat, untuk misi bersejarah yang mendorong batas eksplorasi manusia, angka ini dinilai relatif standar, setara dengan pekerjaan profesional menengah di Bumi.
Meski demikian, seluruh kebutuhan selama misi, seperti transportasi, akomodasi, dan makanan ditanggung oleh NASA. Astronaut juga menerima uang harian sekitar 5 dolar AS untuk kebutuhan kecil.
Persaingan Ketat dan Masa Depan Kerja di Luar Angkasa Semakin Dekat
Meski gaji dianggap rendah dan kompensasi yang terbatas, minat menjadi astronaut tetap sangat tinggi. Pada seleksi kelas 2025, NASA hanya menerima 10 kandidat dari lebih dari 8.000 pelamar, menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat ketat.
Di sisi lain, sejumlah tokoh teknologi dunia mulai melihat luar angkasa sebagai masa depan dunia kerja. CEO Google, Sundar Pichai, mengungkapkan rencana untuk menguji pusat data di orbit guna memenuhi kebutuhan komputasi global, 2027 mendatang.
Baca Juga: Bakar Lahan untuk Berkebun dan Merembet, Polisi Temukan Kelalaian Pelaku
Sementara itu, CEO SpaceX, Elon Musk, menargetkan pembangunan kota mandiri di bulan dalam satu dekade ke depan sebagai bagian dari visi ekspansi kehidupan manusia ke luar angkasa.
Pandangan serupa juga disampaikan CEO OpenAI, Sam Altman. Ia memprediksi generasi mendatang berpotensi bekerja di luar orbit Bumi dengan pekerjaan baru yang menarik dan berpenghasilan tinggi.
Meski demikian, pengembangan industri kerja berbasis luar angkasa masih menghadapi tantangan. NASA menargetkan peluncuran misi lanjutan, termasuk Artemis III dan Artemis IV di tahun-tahun mendatang. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak