batampos - Pemimpin Gereja Katolik dunia, Pope Leo XIV, menjadi sorotan internasional setelah menyampaikan seruan keras untuk menghentikan perang.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa dunia tidak boleh terus terjebak dalam lingkaran kekerasan yang hanya membawa penderitaan.
Ia menilai bahwa dunia saat ini semakin terjebak dalam siklus kekerasan, sementara jalan damai justru diabaikan oleh para pemimpin global.
Pope Leo XIV menyampaikan pesan tersebut saat memimpin vigil doa perdamaian di Basilika Santo Petrus.
“Cukup penyembahan diri dan uang! Cukup pamer kekuasaan! Cukup perang!," ujar Pope Leo XIV dalam pidatonya, dikutip dari National Catholic Register, Minggu (12/4).
Baca Juga: Pasokan Avtur Terganggu, Penerbangan di Eropa Berisiko Dikurangi dan Dibatalkan
Ia juga menekankan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada dominasi militer, tetapi pada upaya melindungi kehidupan dan membangun perdamaian.
Pope Leo XIV menyampaikan seruan ini di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ia mengecam apa yang disebut sebagai delusi kekuasaan yang mendorong perang.
Pope Leo XIV juga menolak keras penggunaan agama sebagai pembenaran kekerasan, serta mengingatkan bahwa nama Tuhan tidak boleh dijadikan alasan untuk perang.
Paus secara langsung meminta para pemimpin dunia untuk menghentikan konflik dan memilih jalur diplomasi.
Ia menegaskan bahwa perang hanya akan memperpanjang penderitaan manusia, terutama bagi warga sipil yang menjadi korban utama.
Pope Leo XIV juga menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik, termasuk penderitaan anak - anak dan masyarakat rentan.
Ia menilai dunia saat ini terlalu mengagungkan kekuatan dan materi, sementara nilai kemanusiaan semakin terpinggirkan.
Seruan tersebut menjadi salah satu pernyataan paling tegas dari Paus sejak konflik global terbaru memanas. Ini mempertegas posisi Vatikan sebagai suara moral yang mendorong perdamaian.(*)
Editor : Juliana Belence