Iran Batasi 12 Kapal per Hari Melintas di Selat Hormuz, Tarif Capai Rp34 Miliar per Kapal

jpg • Dipublikasikan Minggu, 12 April 2026 | 21:50 WIB
Ilustrasi armada angkatan laut Iran berpatroli di Selat Hormuz dengan kapal tanker minyak melintas di kejauhan. (Gemini AI)
Ilustrasi armada angkatan laut Iran berpatroli di Selat Hormuz dengan kapal tanker minyak melintas di kejauhan. (Gemini AI)

batampos – Ketegangan geopolitik kembali berdampak pada jalur energi global. Iran dikabarkan berencana membatasi jumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz hanya sekitar 12 unit per hari, menyusul mandeknya perundingan dengan Amerika Serikat.

Selain pembatasan jumlah, Iran juga disebut akan mengenakan biaya tinggi bagi kapal yang melintas. Untuk kapal tanker besar, tarifnya diperkirakan mencapai hingga 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34,2 miliar per kapal, sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal.

Laporan tersebut menyebutkan para pemilik kapal dari berbagai negara saat ini tengah melakukan negosiasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) untuk memperoleh izin melintas.

Baca Juga: Deadlock! AS Pulang dari Islamabad Tanpa Deal dengan Iran

Selain itu, kapal yang diizinkan berlayar wajib mengikuti jalur khusus yang telah ditentukan serta mengantongi izin resmi dari otoritas terkait di Iran.

Situasi ini terjadi setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung hingga 21 jam berakhir tanpa kesepakatan. Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, sempat mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menyatakan Selat Hormuz telah dibuka kembali. Jalur ini diketahui menjadi salah satu titik paling strategis di dunia karena dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) global.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Bayangi Ekonomi Batam

Namun, dengan rencana pembatasan dan tarif tinggi tersebut, distribusi energi dunia berpotensi kembali terganggu, sekaligus memicu lonjakan biaya logistik dan harga energi di pasar internasional. (*)

Editor : M Tahang
konflik Timur Tengah Kapal Tanker minyak dan gas selat hormuz iran