Iran Tuduh Amerika Serikat Menghindar dari Negosiasi, Pembicaraan Panjang Berakhir Tanpa Hasil

Juliana Belence • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 10:15 WIB
Delegasi Amerika Serikat, Wakil Presiden, JD Vance saat melakukan negosiasi dengan Iran. (x.com/InsaafNews97746 )
Delegasi Amerika Serikat, Wakil Presiden, JD Vance saat melakukan negosiasi dengan Iran. (x.com/InsaafNews97746 )

batampos - Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah upaya perundingan terbaru antara kedua negara berujung buntu.

Harapan untuk mencapai kesepakatan meredakan konflik pupus. Perundingan berlangsung di Islamabad, Pakistan, sekitar 21 jam. 

Sejumlah pejabat Iran menilai kegagalan bukan karena kurangnya upaya dari pihak mereka, melainkan akibat sikap AS yang dinilai tidak realistis.

Seorang sumber yang dekat dengan negosiasi bahkan menyebut bahwa tim Amerika Serikat "mencari alasan untuk meninggalkan pembicaraan" di tengah proses diplomasi.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa pembicaraan gagal karena tuntutan Amerika Serikat dianggap berlebihan, terutama terkait program nuklir dan kontrol wilayah strategis.

Baca Juga: Prabowo Bertolak ke Moskow, Bahas Energi dan Geopolitik dengan Putin

Pemerintah Iran menyebut tuntutan Amerika Serikat sebagai tidak masuk akal dan berlebihan. Ini menghambat tercapainya kesepakatan.

Iran juga menuduh Amerika Serikat melanggar komitmen sebelumnya. Tidak menunjukkan itikad baik selama proses negosiasi.

Teheran mengklaim telah menawarkan berbagai inisiatif konstruktif, tetapi tidak mendapat tanggapan positif dari pihak Amerika. 

"Negosiasi gagal karena Iran menolak memenuhi tuntutan utama, terutama terkait penghentian pengembangan senjata nuklir," kata Delegasi Amerika Serikat, Wakil Presiden, JD Vance, dikutip dari Axios, Senin (13/4).

Amerika Serikat menyebut telah memberikan tawaran terbaik, tetapi tidak diterima oleh Iran. Perbedaan mendasar inilah yang membuat kedua negara tidak menemukan titik temu meski pembicaraan berlangsung panjang.

Kegagalan negosiasi berpotensi memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah. Donald Trump bahkan mengancam akan mengambil langkah tegas, termasuk rencana blokade di Selat Hormuz.

Iran menegaskan tidak akan melanjutkan pembicaraan lebih lanjut tanpa adanya perubahan sikap dari Amerika Serikat.(*)

Editor : Juliana Belence
perundingan negosiasi amerika serikat iran