batampos – Platform investasi IPOT dari PT Indo Premier Sekuritas membuka akses gratis fitur trading berbasis data real time bagi seluruh investor, termasuk nasabah sekuritas lain tanpa kewajiban pindah broker.
Langkah ini diambil di tengah tingginya volatilitas pasar saham sepanjang awal 2026, yang memperlihatkan masih banyak investor ritel mengambil keputusan tanpa dukungan data real time.
Chief Marketing Officer IPOT, Sergio Ticoalu, mengatakan keterbatasan teknologi di sejumlah sekuritas menjadi salah satu penyebab investor kerap terlambat membaca pergerakan pasar.
Baca Juga: Gelontorkan Rp17 Miliar, Akhirnya THR 6 Ribu ASN Pemkab Anambas Dibayarkan
“Banyak investor masih mengandalkan broker summary yang datanya bisa tertinggal hingga belasan jam. Padahal, keputusan terbaik harus berbasis kondisi pasar saat ini,” ujarnya, Senin (13/4).
Melalui kebijakan ini, IPOT membuka akses sejumlah fitur unggulan secara gratis, seperti Live Orderbook yang menampilkan antrean beli dan jual saham secara langsung, hingga indikator analisis seperti LADI dan HAKA/HAKI untuk membaca pergerakan “smart money”.
Tak hanya itu, pengguna juga dapat mengakses data saham aktif secara real time, performa broker harian, serta riset pasar yang sebelumnya hanya tersedia untuk kalangan institusi.
Menurut Sergio, keputusan ini bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan respons terhadap kondisi nyata di pasar modal Indonesia.
“Investor ritel tidak kalah karena tidak pintar, tetapi karena tidak memiliki akses ke teknologi yang tepat,” tegasnya.
Baca Juga: Museum Daerah Tiangau, Wadah Peninggalan Sejarah bagi Generasi Bangsa di Anambas
Ia menambahkan, IPOT memilih membawa teknologinya kepada investor, bukan memaksa mereka berpindah sekuritas.
Sepanjang kuartal I 2026, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif semakin mempertegas pentingnya akses data real time. Investor tanpa data aktual berisiko masuk di harga puncak atau terlambat merespons perubahan pasar.
Sebaliknya, investor yang memiliki akses ke data real time dinilai lebih mampu membaca tekanan beli dan jual, serta mengidentifikasi momentum sebelum harga bergerak signifikan.
IPOT sendiri merupakan salah satu platform investasi di Indonesia dengan dana kelolaan mencapai Rp312 triliun. Platform ini juga mengintegrasikan sistem trading, riset institusi, dan teknologi keamanan dalam satu ekosistem.
Untuk mengakses fitur tersebut, investor cukup mengunduh aplikasi IPOT dan mendaftar tanpa biaya serta tanpa keharusan melakukan transfer dana. (*)
Editor : M Tahang