Batampos - Kongres Amerika Serikat kembali bersidang pekan ini setelah masa reses dua minggu. Sejumlah agenda krusial pun menjadi sorotan, diantaranya konflik Iran hingga kemungkinan pemakzulan (expulsion) beberapa anggota parlemen.
Perdebatan mengenai kebijakan perang Iran kembali mengemuka seiring meningkatnya sorotan terhadap strategi Presiden Donald Trump. Partai Demokrat di DPR dan Senat berencana mendorong pemungutan suara terkait resolusi perang Iran.
Resolusi tersebut bertujuan membatasi penggunaan militer AS terhadap Iran tanpa adanya deklarasi perang atau persetujuan resmi dari Kongres. Meski upaya serupa sebelumnya gagal tipis, dinamika konflik yang terus berlangsung membuka peluang dukungan tambahan, termasuk dari Partai Republik.
Baca Juga: Ada 75 Ribu Pengangguran di Kepri, Tertinggi di Batam
Selain isu Iran, DPR AS juga berpotensi menggelar voting untuk memecat sejumlah anggota Kongres. Langkah ini tergolong langka dan membutuhkan dukungan dua pertiga suara.
Salah satu yang disorot adalah anggota DPR dari Partai Demokrat, Eric Swalwell, yang menghadapi tuduhan serius. Selain itu, anggota Partai Republik asal Texas, Tony Gonzales, juga berpotensi menghadapi voting serupa setelah mengakui hubungan terlarang dengan mantan stafnya.
Nama lain yang terseret adalah Sheila Cherfilus-McCormick, yang didakwa mencuri dana hingga 5 juta dolar AS dari lembaga bantuan bencana FEMA untuk mendukung kampanye politiknya pada 2021 lalu.
Sepanjang sejarah, hanya enam anggota Kongres yang pernah dipecat, termasuk George Santos.
Di sisi lain, desakan juga muncul untuk memecat anggota Partai Republik dari Florida, Cory Mills, yang turut menghadapi tuduhan pelanggaran.
Ketua DPR, Mike Johnson, sebelumnya menyatakan keberatan terhadap upaya pemecatan dan menekankan pentingnya proses hukum yang adil.
Baca Juga: Polisi Amankan 64 Pelaku Balap Liar di Dompak
Selain itu, Kongres negara adidaya tersebut juga kembali menghadapi kebuntuan anggaran untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang telah memasuki hari ke-66 penutupan sebagian operasional. Ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS.
Hingga kini, Mike Johnson belum mengambil langkah terhadap RUU pendanaan dari Senat yang tidak memasukkan anggaran untuk lembaga imigrasi seperti ICE dan CBP.
Sementara itu, Senat di bawah pimpinan John Thune dan Ketua Komite Anggaran Lindsey Graham berencana melanjutkan pembahasan anggaran melalui mekanisme rekonsiliasi.
Presiden Donald Trump menargetkan agar RUU tersebut dapat disahkan sebelum 1 Juni 2026 mendatang.
Dengan berbagai agenda besar yang menumpuk, Kongres AS diperkirakan menghadapi pekan yang padat dan penuh dinamika politik antara Demokrat dan Republik. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak