Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sejarah Singkat Hari Kartini 21 April, Perjuangan RA Kartini yang Mengubah Nasib Perempuan Indonesia

Juliana Belence • Selasa, 21 April 2026 | 09:15 WIB
21 April diperingati sebagai Hari Kartini. (x.com/literarybase)
21 April diperingati sebagai Hari Kartini. (x.com/literarybase)

batampos - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk merefleksikan peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Hari Kartini menjadi pengingat akan panjangnya perjuangan perempuan dalam mendapatkan hak yang setara, terutama dalam pendidikan dan kehidupan sosial.

Sejarah Hari Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879. Ia merupakan keluarga bangsawan Jawa.

Kartini memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dasar. Namun, ia harus menghadapi tradisi pingitan yang membatasi ruang geraknya sebagai perempuan.

Keterbatasan itu tidak menghentikan semangatnya untuk belajar. Kartini dikenal gemar membaca buku, surat kabar, dan mengikuti pendidikan di ELS.

Baca Juga: 9 Februari Memperingati Hari Pers Nasional, Ini Sejarah Singkat dan Peran Pers di Indonesia

Kartini berfikir untuk memajukan kehidupan perempuan Indonesia. Perempuan tidak hanya di dapur, tetapi harus mempunyai ilmu.

Kartini mulai mengumpulkan teman - teman perempuannya untuk diajarkan tulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Kartini juga terkenal dalam surat - suratnya mengenai pemikirannya tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan.

Kartini membangun sekolah puteri di Rembang setelah menikah. Suaminya mendukung Kartini mendirikan sekolah perempuan.

Setelah wafatnya, pemikirannya terus menginspirasi gerakan perempuan. Kartini wafat pada usia muda pada tahun 1904.

Pemerintah Indonesia menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964 sebagai bentuk penghormatan atas jasa - jasanya.

Keputusan tersebut ditandatangani oleh Presiden Soekarno pada 2 Mei 1964 yang menjadikan Kartini sebagai pahlawan nasional.

Hari Kartini kini tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi pengingat bahwa perjuangan untuk kesetaraan gender dan pendidikan bagi perempuan masih terus berlanjut.(*)

Editor : Juliana Belence
#Hari Kartini #21 April #Raden Ajeng Kartini #perempuan #sejarah