batampos- Antrean kendaraan mengular sampai ke jalan kerap terjadi di SPBU Km 16 Toapaya, terlebih di pagi hari.
Usut punya usut, ternyata terjadi perpindahan tempat penyaluran solar dari Pertamina Terminal BBM di Kijang ke Pertamina Terminal BBM di Tanjunguban.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Asy Syukri mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Pertamina terkait antrean kendaraan kerap terjadi di SPBU Km 16 Toapaya karena solar kosong.
"Kita sudah tanyakan ke pihak Pertamina ternyata ketersediaan stok solar cukup," kata Syukri.
Dia menjelaskan, permasalahan mendasar karena terjadi perpindahan tempat penyaluran solar dari Pertamina Terminal BBM di Kijang ke Pertamina Terminal BBM di Tanjunguban.
"Jadi suplai solar ke SPBU Km 16 yang awalnya dari Kijang dipindahkan ke Tanjunguban," katanya.
Karena itu, dia mengatakan, terjadi perubahan waktu ketibaan solar di SPBU Km 16 Toapaya.
Awalnya truk solar sudah masuk SPBU Km 16 Toapaya sekitar pukul 07.00 WIB, tapi sekarang truk pengangkut solar baru masuk SPBU Km 16 sekitar pukul 10.00 WIB atau pukul 11.00 WIB siang.
"Konsumen yang terbiasa antre di bawah pukul 07.00 WIB terpaksa menunggu akhirnya terjadi antrean kendaraan yang begitu panjang," katanya.
Dia mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak Pertamina agar trek penyaluran solar ke SPBU Km 16 Toapaya dkembalikan normal seperti dulu menjadin
sekitar pukul 07.00 WIB.
"Kita sudah hubungi sales branc manajer Pertamina Batam. Mereka janji akan menghububgi depot yang di Tanjunguban untuk mencari solusinya," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung