batampos- Kejadian tragis terjadi di Perumahan Grand Pesona Mutiara, Jalan Musi, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (24/9/2025) dini hari.
Seorang suami berinisial M, tega menghabisi nyawa istrinya berinisial R, 38 sendiri di rumahnya.
Berdasarkan informasi, motif di balik kejadian ini diduga karena cemburu.
Pantauan di lokasi kejadian terlihat garis polisi telah terpasang di rumah tersebut. Sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter BP 4904 FS terparkir di teras rumah.
Salah seorang tetangga mengatakan, mereka tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut maupun masalah yang dihadapi oleh korban dan suaminya.
Menurutnya, korban dan suaminya baru menetap di perumahan tersebut dan keduanya diketahui telah bekerja.
"Suami istri kerja tapi tidak tahu kerja di mana," katanya.
Ketua RW 009, Martono membenarkan salah seorang warga di wilayahnya meninggal di tempat. Korban diketahui adalah istri dari pelaku. Mereka merupakan pendatang baru di perumahan tersebut.
Martono tidak mengetahui detail kejadian tersebut, namun ia menerima informasi bahwa kejadian tragis itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
"Korban dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans sekitar pukul 04.00 WIB," ujar Martono ditemui di rumahnya.
Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun mengungkapkan korban dan suaminya sempat terlibat pertengkaran sebelum kejadian tragis tersebut.
Pelaku kemudian menghabisi nyawa korban dengan menyisahkan luka bacok di bagian kepala dan pergelangan tangan.
Baca Juga: Sudah 1.315 Titik Reklame di Batam Ditertibkan, Penataan Dilanjutkan ke Mainland
"Kasus ini telah ditangani Satreskrim Polres Bintan untuk penyelidikan lebih lanjut," singkatnya.
Kasat Reskrim Polres Bintan, Iptu Fikri Rahmadi mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang menghabis nyawa istrinya.
Dugaan sementara pemicu perkelahian yang berujung pada kematian korban diduga karena cemburu.
"Motifnya, dugaan sementara cemburu," katanya.
Ia mengatakan, hasil pemeriksaan sementara korban menggunakan benda tajam berupa parang untuk menghabisi nyawa korban.
Namun ia belum mau membeberkan kronologi kejadian tersebut.
"Kita tangani dulu," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung