Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Petani di Bintan Ditemukan Meninggal di Kebun

Slamet Nofasusanto • Senin, 27 Oktober 2025 | 18:10 WIB
Korban saat akan dievakuasi ke rumah sakit setelah ditemukan di kebun di Kampung Tunas Baru RT 003 RW 003, Kelurahan Gunung Lengkuas.
Korban saat akan dievakuasi ke rumah sakit setelah ditemukan di kebun di Kampung Tunas Baru RT 003 RW 003, Kelurahan Gunung Lengkuas.

batampos- Pria lanjut usia (lansia) bernama Mapiasek, 58, ditemukan meninggal dunia di kebun yang berlokasi di Kampung Tunas Baru RT 003 RW 003, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur pada Minggu (26/10) malam.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Korban kesehariannya sebagai petani," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Bintan Timur, Senin (27/10).

Ia mengungkapkan, biasanya korban pulang rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Tapi malam itu, korban tidak kunjung pulang.

Akhirnya, istri korban yang merasa gelisah karena hingga sekitar pukul 21.00 WIB tidak juga pulang, meminta bantuan warga untuk mencari suaminya.

"Istrinya meminta warga mengecek keberadaan suaminya di kebun, karena sejak pagi suaminya di kebun," katanya.

Warga kemudian mencari korban di pondok yang ada di kebun, namun korban tidak ada.

Selanjutnya, warga mencari korban di kebun dan menemukannya terbaring di tanah sudah tidak sadarkan diri sekitar pukul 21.45 WIB.

Ia mengatakan, kejadian ini dilaporkan ke polisi melalui perangkat RT.

Setelah menerima laporan, polisi mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah olah TKP, korban dievakuasi ke RSUD Bintan di Kijang untuk dilakukan pemeriksaan visum lebih lanjut.

Hasil visum sementara, ia mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada korban dan diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari 8 hingga 12 jam.

Berdasarkan laporan, korban diketahui memiliki riwayat sakit jantung.

"Jenazahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#petani