Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Satgas MBG Bintan Ingatkan SPPG Jangan Buang Limbah ke Parit

Slamet Nofasusanto • Jumat, 7 November 2025 | 13:00 WIB
Satgas MBG Bintan meninjau SPPG di Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, Kamis (6/11) pagi.
Satgas MBG Bintan meninjau SPPG di Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, Kamis (6/11) pagi.

batampos- Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Bintan melakukan peninjauan ke SPPG di Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, Kamis (6/11) pagi.

Langkah ini diambil setelah temuan beras berulat dan berkutu yang dilaporkan beberapa hari sebelumnya.

Sekda Bintan, yang juga Ketua Satgas MBG Bintan, Ronny Kartika memastikan bahwa pihak supplier sebagai penyedia beras telah ditegur dan diingatkan untuk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Dari kunjungan, Satgas memberikan beberapa catatan yang menjadi perhatian antara lain belum adanya tempat pembuangan sampah sementara dan pencucian omprengan yang masih di luar, sehingga limbah sabun cucian piring mengalir ke berbagai arah yang dekat ke parit.

Satgas juga menekankan pentingnya para pekerja untuk mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan memastikan kasa antarruangan tertutup rapat hingga ke bawah untuk mencegah masuknya lalat ke area dapur.

Terkait beberapa catatan yang diberikan kepada pihak mitra dan SPPG, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan untuk melakukan pendampingan terkait manajemen limbah, standarisasi cuci piring, dan lainnya.

"Kita akan terus memantau pembenahan SPPG lewat camat," katanya.

Sekretaris DLH Bintan, Nepy Purwanto menyarankan agar ada pekerja yang memilah sampah untuk meningkatkan nilai ekonomis dan kerja sama dengan Bank Sampah.

Ia juga mengingatkan untuk tidak membuang limbah cucian ke parit.

"Bisa menjadi bom waktu, jika membuang limbah ke parit," tegasnya.

Pihak SPPG di Kelurahan Sei Lekop, Agus Afriyanto alias Awi mengapresiasi perhatian dari Satgas MBG Bintan.

Pihaknya akan lebih selektif dalam menerima bahan kebutuhan untuk MBG, termasuk beras dari supplier.

"Mereka juga minta ke kita jika ada temuan, kita diminta untuk langsung menghubungi Satgas," tambahnya.

Ia juga mengapresiasi beberapa catatan yang diberikan oleh Satgas.

Dikatakannya, untuk tempat penampungan limbah cuci piring sudah tersedia, namun perlu difilter lagi untuk mencegah penumpukan minyak yang dapat menyebabkan penyumbatan.

"Tempat penampungan limbah sudah ada, tapi dari Satgas minta disempurnakan lagi," katanya.

Ia juga mengakui proses pencucian omprengan sempat dilakukan di luar karena keterbatasan fasilitas.

"Banyak pekerja di bagian cucian piring, sementara ruangannya sempit, jadinya mereka mengambil inisiatif mencuci omprengan di luar," katanya.

Untuk mengatasinya, dia telah meminta bantuan yayasan untuk menambah konstruksi tempat cuci piring dengan membangun salah satunya kanopi untuk melindungi area cucian piring.

"Uangnya sudah ditransfer dari yayasan, mudah-mudahan bisa segera dibangun," harapnya.

Terkait masalah sampah, ia mengatakan sebenarnya proses pemilahan sampah telah berjalan dengan menyerahkan sampah organik ke peternak sebagai makanan ternak, sementara sampah anorganik seperti papan telur dan plastik diambil tukang sampah untuk dijual.

"Tempat pembuangan sampah sementara kita sudah ada, seperti bak-bak atau ember yang kita sediakan, ketika penuh sampah, mereka sudah mengambilnya," katanya.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya akan menambah bagian bawah kasa untuk mencegah lalat masuk ke area dapur dan pemorsian makanan.

"Catatan yang diberikan baik buat kita untuk lebih higiensi lagi," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#limbah #satgas #Mbg #SPPG