batampos- Sedikitnya 6 besi penutup parit di jalan Taman Sari, Tanjunguban, tepatnya depan eks Kantor Pemerintah Kecamatan Bintan Utara, hilang diduga dicuri.
Pantauan di lapangan, lubang-lubang yang ditinggalkan akibat besi penutup parit yang hilang sangat berbahaya, terutama bagi pengendara motor atau mobil.
Sementara itu, warga sekitar memberi tanda pada lubang-lubang tersebut dengan palang kayu dan membungkusnya dengan plastik.
Warga sekitar, Arul mengatakan bahwa dirinya baru tahu tentang kejadian itu dari ketua RT setempat pada Rabu (12/11) pagi.
"Pak RT yang memberitahukan saya tentang kehilangan besi penutup parit itu," katanya.
Ketua RT meminta dirinya untuk memberi tanda pada lubang-lubang yang terbuka agar warga tahu dan berhati-hati.
Ia memperkirakan bahwa besi penutup parit itu dicuri pada Rabu dini hari karena sehari sebelumnya, Selasa (11/11) malam sekitar pukul 23.00 WIB, besi penutup parit masih ada di tempatnya.
"Kemungkinan di atas jam 12 malam dicurinya," katanya.
Kehilangan besi penutup parit ini bukan yang pertama kali terjadi di daerah tersebut.
Ia menyebutkan bahwa tidak jauh dari lokasi kejadian, juga pernah terjadi kehilangan besi penutup parit.
Namun, warga setempat melas besi penutup parit yang tersisa di bagian pinggirnya, sehingga tidak mudah dicuri lagi.
Ia berharap besi penutup parit yang hilang dapat segera digantikan dan lubang-lubang tersebut ditutup kembali.
"Jika dibiarkan terbuka, itu sangat berbahaya bagi warga," katanya.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi meminta agar lubang-lubang yang besi penutup paritnya dicuri dapat ditutup sementara untuk mencegah kecelakaan.
Ia khawatir bahwa pejalan kaki atau pengguna jalan yang terutama pengendara motor yang tidak melihat lubang-lubang tersebut dapat membahayakan keselamatan diri mereka sendiri, terutama pada malam hari.
"Kita harapkan pihak kelurahan dapat menutup sementara lubang-lubang yang tidak ada penutupnya," harapnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung