Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Inovasi Pewarna Alami Mangrove untuk Batik Diluncurkan di Bintan

Slamet Nofasusanto • Minggu, 30 November 2025 | 07:00 WIB

 

Direktur PBC, Emilia Ayu Dewi Karuniawati dan Ketua Dekranasda Kepri, Dewi Kumalasari Ansar saat peluncuran inovasi pewarna alami mangrove untuk batik.
Direktur PBC, Emilia Ayu Dewi Karuniawati dan Ketua Dekranasda Kepri, Dewi Kumalasari Ansar saat peluncuran inovasi pewarna alami mangrove untuk batik.
batampos - Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) bersama Politeknik Negeri Batam meluncurkan inovasi berbahan pewarna alami mangrove untuk batik pada Hari Batik Nasional, 2 Oktober di Holiday Inn Resort Lagoi.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kepulauan Riau, jajaran pemerintah daerah, akademisi, pengelola destinasi wisata dan pelaku UMKM serta wisatawan mancanegara.

Direktur PBC, Emilia Ayu Dewi Karuniawati menekankan bahwa penelitian tentang pewarna alami mangrove ini bertujuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Potensi mangrove di Kepulauan Riau harus dikembangkan lebih lanjut, baik dalam ranah akademik maupun penerapannya di lapangan," ujar Emilia.

Wakil Ketua DPRD I dan Ketua Dekranasda Kepri, Dewi Kumalasari Ansar menyampaikan apresiasi peluncuran pewarna alami mangrove dan campaign wisata edukasi konservasi mangrove.

Ia melihat peluang besar dalam mengembangkan produk ramah lingkungan dan bernilai budaya tinggi dari mangrove di Kepri, yang dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Menurutnya, pemanfaatan mangrove sebagai pewarna alami dapat menjadi identitas baru bagi produk kerajinan Kepri.

"Dekranasda mendukung kolaborasi kampus dan UMKM untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan produk lokal, sehingga memiliki pasar yang luas, baik nasional maupun internasional," ujarnya.

Acara juga menampilkan pemaparan hasil riset oleh tim peneliti tentang proses ekstraksi dan penerapan pewarna alami mangrove pada kain batik. Riset ini didanai oleh LPDP dan menjadi bagian dari wisata edukasi konservasi bahari.

Tim peneliti juga menjelaskan tentang campaign mangrove, termasuk motif, booklet, maskot, dan panduan pewarna alami mangrove.

Produk kain pewarna alami mangrove telah dikembangkan menjadi produk turunan seperti pouch, tas, tote bag, dan lainnya.

Dalam acara itu juga digelar fashion show batik mangrove yang menampilkan tren busana modern dengan warna alami mangrove yang memukau.

Baca Juga: Alasan Sakit, Hendra Asman Mundur, Yunus Muda Calon Kuat Isi Kursi Pimpinan DPRD Batam

Momen penting acara ini adalah simbolisasi peluncuran inovasi pewarna alami mangrove, di mana para pejabat dan tamu undangan turut mewarnai kain dengan ekstrak mangrove sebagai tanda inovasi ini siap diterapkan.
 
Acara semakin meriah dengan kerja sama lintas sektor dan kehadiran wisatawan asing yang mengikuti workshop membatik. Ini menunjukkan potensi besar sinergi antara riset, budaya, dan pariwisata.

Langkah ini penting untuk mengembangkan produk kreatif ramah lingkungan, mendukung UMKM, pelestarian mangrove, serta wisata edukasi dan budaya di Kepulauan Riau, khususnya Bintan. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#politeknik #mangrove