Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Terdampak Banjir Rob, Warga Bintan Harap-harap Cemas Air Laut Pasang Bersamaan Hujan

Slamet Nofasusanto • Senin, 8 Desember 2025 | 08:00 WIB
Warga membersihkan teras tokonya yang terdampak banjir rob di jalan Merdeka, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Minggu (7/12).
Warga membersihkan teras tokonya yang terdampak banjir rob di jalan Merdeka, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Minggu (7/12).

batampos- Warga Jalan Merdeka, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara waspada banjir rob saat air laut pasang tinggi.

Mereka harap-harap cemas karena air laut pasang tinggi bisa sewaktu-waktu mengenangi ruas jalan hingga masuk ke dalam rumah dan toko.

Pemilik Toko Mega Jaya di ruas jalan Merdeka, Ango mengatakan bahwa banjir rob sudah tiga hari melanda sejak Jumat (5/12).

Pada Jumat (5/12), banjir hanya mengenangi ruas jalan, tapi pada Sabtu (6/12), air sempat masuk ke dalam tokonya.

"Kemarin Sabtu, kaget juga kita. Luar biasa tingginya," kata Ango setelah membersihkan teras tokonya.

Pada Minggu (7/12), banjir rob hanya mengenangi teras, tidak sampai ke dalam toko.

Ia mengatakan saat ini ketinggian air turun sekitar 10 sentimeter dari hari sebelumnya.

"Hari ini agak reda," katanya.

Ia pasrah dengan kondisi banjir rob yang tidak bisa dicegah karena kondisi alam dan tahunan.

Apalagi, permukaan jalan di depan tokonya sudah rendah, dan rumahnya sudah jadi, sehingga sulit untuk ditinggikan.

"Mau ditinggikan, tidak mungkin karena sudah mentok di atas," katanya.

Ia berharap banjir rob tidak terjadi bersamaan dengan hujan deras, karena itu akan membuat situasi lebih buruk.

"Kalau air laut saja, masih bisa bertahan. Tapi kalau ditambah hujan, kita harus mengungsi ke belakang rumah," katanya.

Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi mengatakan banjir rob pada Minggu (7/12) menyebabkan 4 rumah warga di Kampung Sei Enam Laut, Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur tergenang.

"Tapi sudah surut," tambahnya.

Ia mengatakan pihaknya terus memantau wilayah di pesisir Bintan yang berpotensi terdampak banjir rob.

Ia berharap banjir rob tidak terjadi bersamaan hujan deras karena bisa memperburuk kondisi di lapangan.

"Mudah-mudahan tidak bersamaan hujan deras, karena kondisinya bisa lebih buruk," katanya.

Ia mengimbau masyarakat waspada karena potensi banjir rob diperkirakan hingga 13 Desember 2025. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#banjir rob