batampos – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mendorong setiap event pariwisata di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dilengkapi dengan narasi atau storytelling yang kuat agar memiliki daya tarik lebih, terutama bagi wisatawan mancanegara.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, Dedi Ahmad Kurnia, menyambut baik berbagai agenda pariwisata yang digelar di Bintan. Salah satunya adalah Pesta Gonggong yang dinilai memiliki keunikan dan tidak dimiliki daerah lain.
“Event di Bintan sudah bagus, salah satunya Pesta Gonggong. Tapi event yang bagus harus diiringi dengan cerita yang menarik. Kalau tidak diceritakan, orang tidak akan tahu keunikannya,” ujar Dedi.
Menurutnya, narasi menjadi elemen penting agar sebuah event tidak hanya menjadi tontonan semata, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan. Gonggong sebagai ikon kuliner khas Bintan dinilai memiliki banyak cerita menarik yang bisa diangkat.
“Bisa diceritakan gonggong itu hanya muncul di musim tertentu, bagaimana cara mengumpulkannya, cara memasaknya, sampai bagaimana menikmati gonggong sebagai makanan khas Bintan,” jelasnya.
Dedi mencontohkan keberhasilan salah satu desa wisata di Bali yang mempromosikan destinasinya melalui narasi penanaman padi. Wisatawan diajak terlibat langsung menanam padi, lalu mendapat pembaruan cerita hingga masa panen.
“Misalnya dikirim cerita, padi yang kamu tanam sebentar lagi mau panen, datang lagi ya. Jadi wisatawan merasa terlibat dan ingin kembali,” katanya.
Dengan konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang satu kali, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterikatan emosional dengan destinasi wisata.
“Wisatawan tidak hanya datang, tapi dia mendapatkan sesuatu,” ujarnya.
Selain storytelling, Dedi juga mendorong agar setiap event pariwisata di Bintan dilengkapi informasi berbahasa Inggris untuk menjangkau wisatawan mancanegara. Promosi melalui media sosial juga dinilai perlu diperkuat dengan konten cerita yang menarik.
“Orang sekarang hidup di dua alam, alam nyata dan alam digital. Semakin banyak narasi menarik di media sosial, semakin besar peluang wisatawan datang,” pungkasnya. (*)
Editor : M Tahang