batampos – Detik-detik nelayan Kampung Tembeling, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Imran bin Sanjah (34), diterkam buaya terungkap dari kesaksian abang kandungnya, Ijal, yang menjadi orang terakhir mendengar suara korban sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Jumat (16/1/2026) dini hari.
Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka robek di bagian mata kanan, dahi, bibir, serta lengan kiri, setelah diterkam buaya sekitar pukul 03.45 WIB.
Ijal menceritakan, sebelum kejadian Imran sempat membetulkan mesin pompong untuk persiapan melaut. Saat itu, ia belum tertidur dan melihat adiknya masih bolak-balik di sekitar sampan.
“Dia masih bolak-balik, saya waktu itu belum tidur,” kata Ijal usai pemakaman Imran di TPU Tembeling.
Tak lama kemudian, Ijal mendengar suara keras seperti bangunan roboh yang disusul teriakan minta tolong dari arah laut.
“Dia teriak, ‘Jal, tolong,’” ujar Ijal menirukan suara adiknya.
Mendengar teriakan tersebut, Ijal langsung keluar rumah. Namun, saat tiba di tepi laut, ia tidak lagi melihat keberadaan Imran. Ia sempat membawa senjata tajam, tetapi mengurungkan niat menggunakannya karena khawatir salah sasaran.
“Tak nampak, takut salah bacok,” katanya.
Ijal meyakini adiknya sempat dibawa ke bagian atap tempat sampan yang roboh. Bersama warga, ia memukul bagian atap tersebut hingga akhirnya buaya melepaskan korban.
“Kita pukul kuat-kuat bagian atapnya, di situlah dilepaskan,” ujarnya.
Setelah itu, buaya menjauh dari lokasi. Seorang warga yang datang membawa api sempat melihat buaya sudah berada jauh dari permukiman.
“Ada ipar datang pakai api, dia nampak buaya sudah jauh,” katanya.
Baca Juga: Cabuli Remaja 14 Tahun, Pria Beristri di Bintan Ditangkap
Ijal berharap pemerintah daerah dan pihak terkait mengambil langkah tegas karena keberadaan buaya di sekitar permukiman warga sangat meresahkan.
“Kalau mau ditangkap, ditangkap. Kalau mau dibasmi, dibasmi. Kalau masyarakat yang bertindak, nanti masyarakat yang disalahkan karena buaya hewan dilindungi. Jadi sekarang solusi dari pemerintah apa,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika, menyampaikan duka cita atas meninggalnya Imran. Ia mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menangani persoalan tersebut.
“Hari ini kita akan adakan pertemuan untuk menentukan langkah mitigasi yang akan diambil,” kata Ronny usai menghadiri pemakaman korban.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengantisipasi kemungkinan kemunculan buaya kembali.
“Dengan dukungan semua pihak, kita berharap kejadian ini tidak terulang,” pungkasnya. (*)
Editor : M Tahang