Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tradisi Merohom Bukit Batu di Bintan Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Slamet Nofasusanto • Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:00 WIB

RATUSAN masyarakat menghadiri tradisi Merohom di Kompleks Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (26/1/2026). F.Zoko untuk Batam Pos.
RATUSAN masyarakat menghadiri tradisi Merohom di Kompleks Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (26/1/2026). F.Zoko untuk Batam Pos.

Batampos -  Ratusan masyarakat Bintan dan luar daerah, seperti Tanjungpinang dan Batam, menghadiri pelaksanaan Kenduri Merohom Bukit Batu, tradisi ziarah tahunan yang digelar setiap 27 Rajab, Jumat (26/1/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks Makam Marhum Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan. Tradisi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan budaya Melayu Bintan.

Dalam pelaksanaannya, warga membawa nasi kuning, telur, serta bunga warna-warni sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan kepada leluhur.

Baca Juga: Libur Panjang Isra Miraj, Arus Penumpang Batam–Singapura dan Malaysia Mulai Padat

Ketua Zuriat Bentan sekaligus Ketua Panitia Merohom, Awang Ali, mengatakan tradisi Merohom telah dilaksanakan secara turun-temurun sejak masa penjajahan. Saat itu, banyak pemuda kampung yang dibawa penjajah, sehingga para orang tua bernazar akan melaksanakan ziarah ke Makam Bukit Batu apabila anak-anak mereka kembali dengan selamat.

“Tradisi Merohom ini sudah lama diwariskan dari generasi ke generasi. Selain sebagai bentuk rasa syukur, tradisi ini juga mempererat silaturahmi masyarakat,” ujar Awang Ali.

Ia menambahkan, Merohom tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga sarat dengan nilai sejarah dan budaya Melayu Bintan yang patut dijaga dan dilestarikan.

Sementara itu, Tradisi Merohom Bintan kini telah resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Penetapan tersebut dilakukan oleh Menteri Kebudayaan RI pada 15 Desember 2025, dengan sertifikat WBTB diserahkan bertepatan dengan pelaksanaan Kenduri Merohom Bukit Batu.

Baca Juga: Kesaksian Abang Korban Ungkap Detik-detik Nelayan Bintan Diterkam Buaya

Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika, mengungkapkan rasa bangganya atas pengakuan nasional terhadap tradisi tersebut.

“Alhamdulillah, tradisi yang penuh nilai historis dan sarat norma-norma luhur Melayu ini telah resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus melestarikannya dan mewariskannya kepada generasi mendatang,” ujar Ronny.

Dengan penetapan sebagai WBTB Indonesia, Tradisi Merohom diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya dan religi, sekaligus memperkuat potensi pariwisata Kabupaten Bintan di tingkat nasional. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#bintan #warisan budaya tak benda #Tradisi Merohom Bukit Batu