Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Hari Kedua Pencarian Pekerja PT Shandong Geologi Explorasi Hilang di Perairan Bintan Terkendala Angin Kencang

Slamet Nofasusanto • Rabu, 21 Januari 2026 | 14:30 WIB

 

Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian dan penyisiran terhadap Malik, pekerja PT Shandong Geologi Exsplorasi, yang hilang di depan Perairan PT BAI, Selasa (20/1/2026). F.Tim SAR
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian dan penyisiran terhadap Malik, pekerja PT Shandong Geologi Exsplorasi, yang hilang di depan Perairan PT BAI, Selasa (20/1/2026). F.Tim SAR

Batampos -  Hari kedua upaya pencarian terhadap Malik, pekerja PT Shandong Geologi Explorasi yang dilaporkan hilang di perairan depan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan, masih belum membuahkan hasil.

Tim SAR Gabungan terpaksa menghentikan operasi akibat cuaca buruk dan angin kencang, Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasat Polairud Polres Bintan, Iptu Syafril, mengatakan, pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan. “Pencarian akan kami lanjutkan besok,” ujarnya saat ditemui kemarin.

Baca Juga: WBBM 2026 Jadi Target, Kanwil Kemenkum Kepri Dorong Reformasi Pelayanan Publik

Ia menjelaskan, angin kencang yang bertiup dari arah perairan Laut Tiongkok Selatan menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Kondisi tersebut menyulitkan tim melakukan penyisiran secara maksimal, baik dari laut maupun udara.

"Angin kencang membuat drone tidak bisa diterbangkan. Padahal biasanya drone sangat membantu pencarian dari udara," jelasnya.

Akibat keterbatasan tersebut, pencarian hanya difokuskan di sekitar perairan Pulau Poto hingga kembali ke perairan depan PT BAI, lokasi awal korban diduga terseret arus laut.

Syafril juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan tersebut agar segera melapor kepada petugas jika menemukan tanda-tanda atau benda yang berkaitan dengan korban.

Baca Juga: Ada Penimbunan Bakau Ilegal di Tanjung Ayun Sakti, Diduga Lokasi Itu Akan Dibangun Kafe

"Kami berharap ada informasi dari masyarakat. Mudah-mudahan korban bisa segera ditemukan," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, insiden ini bermula saat tiga pekerja PT Shandong Geologi Explorasi terseret arus laut ketika berusaha saling menolong di area ponton pengeboran perusahaan tersebut. Kejadian nahas itu terjadi pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.10 WIB di perairan depan PT BAI.

Akibat insiden tersebut, satu pekerja dilaporkan meninggal dunia, satu lainnya berhasil selamat, sementara Malik hingga kini masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Laka Kerja #bintan #PT Shandong Geologi Eksplorasi