Batampos - Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti mengimbau masyarakat mewaspadai risiko kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau dan angin kencang, dengan meminta pemilik lahan dan petani tidak membuka lahan dengan cara membakar karena cuaca panas yang mudah menyebabkan api menjalar.
"Situasi musim kemarau dan angin kencang, api akan mudah menjalar dan menjadi sulit dikendalikan. Para petani jangan buka lahan dengan cara dibakar," ujar Deby saat ditemui, Kamis (29/1/2026) kemarin.
Deby juga meminta masyarakat sekitar untuk berperan aktif dan segera melapor ke camat, lurah, atau kades jika terjadi kebakaran hutan dan lahan.
"Camat, lurah, dan kades sudah kita imbau melakukan langkah-langkah bilamana terjadi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera diatasi. Kita sama-sama waspada saja," katanya.
Baca Juga: Kemenhaj Batam Tegaskan Tak Ada Haji Furoda 2026, Pelunasan Haji Tembus 106,7 Persen
Pemerintah juga telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajarannya untuk memberikan edukasi dan mitigasi di daerah masing-masing sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Bintan akhir - akhir ini.
Sebelumnya kebakaran lahan hebat terjadi di Jalan Raya Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, pada Rabu (28/1/2026) lalu. Kebakaran lahan tersebut dilaporkan sekitar pukul 14.52 WIB. Asap tebal menyebabkan jarak pandang terbatas dan kemacetan panjang.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi yang dihubungi, Kamis (29/1/2026) mengatakan kebakaran lahan tersebut baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.50 WIB.
Ia memperkirakan lahan seluas 5 hektare yang terbakar, namun penyebab masih belum dipastikan.
Panyodi mengimbau masyarakat waspada dan tidak membakar lahan di cuaca panas dan angin kencang. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak