Batampos - Limbah minyak hitam memenuhi Pantai Mutiara Beach Resort di Jalan Trikora Kilometer (Km) 55, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, pada Rabu (28/1/2026) malam. Situasi ini mendapatkan protes dan komentar dari wisatawan yang berlibur di sana.
Tentu saja, kejadian ini menimbulkan kerugian bagi pariwisata lokal di Bintan.
"Banyak wisatawan yang komplain dan beberapa tamu meminta balik lebih cepat karena baunya tidak enak dan mengganggu aktivitas di laut," kata Front Office Mutiara Beach Resort, Ari Wibowo, Kamis (29/1/2026).
Ari mengatakan, limbah minyak hitam ini menyebabkan wisatawan tidak bisa melakukan aktivitas laut seperti snorkling dan aktivitas lain di pantai. "Wisatawan yang datang ke resort kami biasanya melakukan aktivitas di laut dan pantai," katanya.
Kejadian ini pertama kalinya diketahui pihak house keeping hotel itu. Pekerja kemudian menyampaikan kejadian tersebut ke manajemen resort. Ini peristiwa pencemaran lingkungan yang pertama kali terjadi sejak 2020 di sana.
Baca Juga: Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Mutiara Beach Resort Bintan, Kepiting hingga Pasir Menghitam
"Dampaknya sangat luar biasa bagi pariwisata, kami berharap pemerintah dapat lebih meningkatkan patroli dan mencari pelaku," katanya.
Pihak resort pun membersihkan limbah minyak hitam dengan peralatan seadanya dan dibantu oleh petugas dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban.
Limbah yang dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik dan karung, lalu dikumpulkan untuk diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). "Nanti limbah yang dikumpulkan diambil dari DLH," ungkapnya.
Sementara itu Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) turun tangan membersihkan limbah minyak hitam yang mencemari pesisir Pantai Mutiara Beach Resort.
Ketua Tim Rescue Pangkalan PLP Tanjunguban, Zulkarnaen mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan adanya limbah minyak hitam di pantai dan segera melakukan pengecekan ke lokasi.
Baca Juga: Datang Cari Bantuan Hukum, Ayah di Sekupang Justru Diperlakukan Buruk Anak dan Mantan Istri
"Kita turun ke lapangan untuk membersihkan limbah minyak hitam yang mencemari pantai," kata Zulkarnaen.
Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi tanggung jawab bersama dan KPLP telah melakukan patroli untuk meningkatkan pengawasan di laut.
Plt Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul mengatakan bahwa KPLP akan terus melakukan pengawasan dan patroli di laut untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi di masa depan.
"Kami akan terus melakukan pengawasan dan patroli untuk menjaga kebersihan laut dan pantai," katanya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak