Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pelaku Usaha Pariwisata Minta Penanganan Cepat dan Serius Terhadap Limbah Minyak di Pantai Bintan

Slamet Nofasusanto • Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:30 WIB
PETUGAS Pantai di Jalan Trikora Kabupaten Bintan tampak mendorong gerobak berisikan limbah minyak yang mengotori pantai Mutiara Beach Resort. F. F. Slamet Novasusanto/Batam Pos
PETUGAS Pantai di Jalan Trikora Kabupaten Bintan tampak mendorong gerobak berisikan limbah minyak yang mengotori pantai Mutiara Beach Resort. F. F. Slamet Novasusanto/Batam Pos

Batampos – Pelaku usaha pariwisata di Bintan berharap permasalahan limbah minyak yang mencemari sejumlah pantai dapat segera ditangani secara cepat dan serius. Pencemaran tersebut dinilai berpotensi merusak sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan perekonomian daerah.

Pemilik Mutiara Beach Resort, Marc Thalmann, menegaskan, laut merupakan aset utama pariwisata Bintan. Selain mendukung industri pariwisata, laut juga menjadi sumber penghidupan bagi nelayan yang bergantung pada hasil laut.

“Laut adalah aset penting, bukan hanya untuk pariwisata tetapi juga bagi nelayan dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut,” ujar Marc saat ditemui kemarin.

Menurutnya, wisata alam memiliki peran vital dalam menarik kunjungan wisatawan ke Bintan. Oleh karena itu, kejadian pencemaran laut seperti limbah minyak akan memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan pariwisata.

“Kejadian seperti ini membuat saya sangat sedih karena dampaknya besar bagi kita semua,” katanya.

Baca Juga: Limbah Minyak Hitam Penuhi Pantai di Bintan, Wisatawan Sampaikan Protes

Marc menambahkan, dampak pencemaran limbah minyak tidak hanya dirasakan oleh pengusaha pariwisata, melainkan juga masyarakat secara luas, termasuk karyawan resort, pemasok, kontraktor, hingga pemerintah dari sisi penerimaan pajak.

“Kalau terjadi musibah seperti ini, semua pihak terdampak. Bukan hanya pelaku usaha, tetapi juga masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.

Selain berdampak ekonomi, pencemaran limbah minyak juga dikhawatirkan merusak citra Bintan sebagai destinasi wisata yang bersih, aman, dan nyaman bagi wisatawan.

“Masalahnya bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi juga bau limbah yang sangat menyengat dan membuat wisatawan tidak nyaman. Jangan sampai menimbulkan persepsi negatif terhadap Bintan,” ungkap Marc.

Baca Juga: RSUD Tarempa Tipe C Ditargetkan Beroperasi Usai Lebaran

Atas kondisi tersebut, ia berharap penanganan pencemaran limbah minyak dilakukan secara serius dan cepat, mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang utama pendapatan daerah.

Marc juga mengajak seluruh pihak terkait untuk bekerja sama mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Mudah-mudahan dengan kerja sama semua pihak, ada solusi yang tepat dan musibah seperti ini tidak terjadi lagi,” tutupnya. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Pantai Mutiara Bintan #bintan #limbah minyak #Mutiara Beach #pencemaran laut