Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Karung Berisi Minyak Hitam Mulai Pecah di Pantai Trikora Bintan, Warga Khawatir Berbahaya

Slamet Nofasusanto • Selasa, 3 Februari 2026 | 16:30 WIB
Salah satu karung telah rusak dan mengeluarkan cairan warna hitam di Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Senin (2/2/2026) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
Salah satu karung telah rusak dan mengeluarkan cairan warna hitam di Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Senin (2/2/2026) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

Batampos -  Karung-karung yang terdampar di Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, telah mengeluarkan cairan hitam yang mengancam lingkungan dan masyarakat nelayan.

Kondisi ini telah berlangsung sejak tiga hari yang lalu dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Warga setempat, Hairuddin mengungkapkan kekhawatirannya karena karung-karung tersebut mulai robek dan mengeluarkan cairan hitam.

"Banyak yang pecah (rusak) karungnya dan mengeluarkan minyak hitam. Bau olinya juga menyengat, jadi bikin kita susah beraktivitas," katanya.

Limbah minyak hitam ini sangat berdampak bagi masyarakat nelayan, karena membuat mereka sulit melaut.

"Jaring nelayan yang terkena minyak hitam akan sulit dibersihkan," katanya.

Hairuddin berharap ada tindakan lebih lanjut untuk menanggulangi masalah ini karena bisa mengganggu aktivitas masyarakat baik di laut dan pantai.

"Semuanya terganggu. Pariwisata terganggu, masyarakat yang punya usaha pondok-pondok juga terganggu, nelayan juga terganggu," katanya.

Ia juga tidak tahu asal muasal minyak hitam tersebut.

Namun ia sangat berharap masalah ini tidak berulang lagi.

Camat Gunung Kijang, Rahak meminta masalah limbah minyak hitam yang berada di karung-karung yang terdampar di Pantai Trikora untuk ditangani segera oleh pihak yang berwenang.

"Khawatirnya jika karungnya pecah maka akan mencemari lebih parah," kata Rahak.

Rahak memperkirakan ada sekitar 400 sampai 500 karung limbah minyak hitam yang terdampar di pantai.

Pegawai fungsional Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kepri, R M Noviandi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan akan melakukan rapat lebih lanjut untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Drum-drum harus diambil dari Batam, itu yang harus dikoordinasikan dulu," kata Noviandi.

Noviandi memprediksi bahwa karung-karung berisikan limbah akan terus datang.

Saat ini, pihak DLHK Kepri hanya membagikan karung yang dapat digunakan oleh masyarakat secara swadaya dengan mengumpulkan karung-karung berisikan minyak hitam.

"Nanti kita kumpulkan di beberapa titik, baru angkut pakai truk sampah," katanya.

Noviandi mengatakan bahwa proses pembersihan akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan karung berisi minyak hitam yang telah dikumpulkan akan dibawa ke Batam untuk dimusnahkan. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#bintan #Limbah Minyak Hitam #pantai trikora bintan