batampos – PDAM Tirta Kepri memastikan pelayanan air bersih bagi pelanggan di wilayah Kijang tetap normal meski kondisi Waduk Kolong Enam dilaporkan menyusut akibat cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan ketinggian air waduk disebut tinggal sekitar 60 sentimeter dari pompa. Dalam rekaman tersebut tampak pula gundukan tanah menyerupai pulau kecil di tengah waduk, disertai imbauan warga agar masyarakat menghemat penggunaan air.
Pjs Kasubag Produksi PDAM Tirta Kepri, Abdur Razak, menjelaskan Waduk Kolong Enam merupakan salah satu sumber air baku di bawah cabang PDAM wilayah Kijang.
Menurutnya, waduk tersebut terdiri dari dua kolam penampungan. Penyusutan terjadi pada waduk satu akibat cuaca panas, sementara waduk dua masih dapat dioperasikan.
“Ketika air di waduk satu menyusut, kami operasionalkan waduk dua,” ujar Razak, Selasa (17/2).
Ia menambahkan, waduk kedua yang dibangun Balai Wilayah Sungai masih mencukupi kebutuhan air baku sehingga distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal 24 jam.
Razak juga menyebut dalam dua hingga tiga hari terakhir hujan mulai turun di sejumlah titik Pulau Bintan, meski intensitasnya belum terlalu deras.
“Alhamdulillah dua atau tiga hari ini hujan agak deras dengan durasi lumayan panjang,” katanya.
Sementara itu, ketinggian air di Waduk Sei Pulai tercatat sekitar 2,33 meter dari sebelumnya 2,50 meter. Penurunan terjadi beberapa hari lalu, namun diharapkan kondisi kembali normal jika hujan turun lebih intens.
Di sisi lain, warga Perumahan Anggrek Bintan, Toapaya, Dolah, mengaku bersyukur atas hujan yang turun Selasa pagi. Hujan sekitar satu jam mampu mengisi dua drum air yang telah disiapkan karena sumur warga sempat kering. (*)
Editor : Jamil Qasim