Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Program Makan Bergizi Gratis di Bintan Libur Awal Ramadan, Penyaluran untuk Balita dan Bumil Tetap Jalan

Slamet Nofasusanto • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:00 WIB
Ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) disusun di dalam mobil sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Ompreng berisi Makan Bergizi Gratis (MBG) disusun di dalam mobil sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

 

batampos - Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di Kabupaten Bintan diliburkan sementara pada awal Ramadan 1447 Hijriah. Namun, distribusi untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap berlangsung.

Kebijakan ini mengikuti arahan Badan Gizi Nasional terkait masa libur menyambut bulan suci.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Kuala Lobam, Rizki, mengatakan libur sementara hanya berlaku bagi pelajar.

“Kita libur seminggu ini,” ujarnya, Selasa (17/2).

Meski demikian, penyaluran MBG untuk penerima manfaat kategori 3B—yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil—tetap berjalan. Di SPPG Seri Kuala Lobam tercatat sekitar 251 penerima manfaat 3B yang akan menerima rapelan makanan tambahan pada Kamis (19/2).

“Penerima manfaat 3B tetap disalurkan. Kamis ini mereka menerima rapelan snack,” jelasnya.

Koordinator MBG Kabupaten Bintan, Pina Deli, menambahkan distribusi untuk kelompok 3B dilakukan melalui koordinasi dengan kader di lapangan.

“SPPG akan koordinasi dengan kader untuk pemberian di awal bulan puasa ini,” katanya.

Penyaluran MBG untuk pelajar dijadwalkan kembali berlangsung pada Senin (23/2) mendatang.

“Pemberian MBG bagi pelajar akan dimulai kembali pada Senin untuk penyaluran di awal puasa,” tambahnya.

Terkait insentif operasional, Rizki menjelaskan bahwa BGN menyalurkan dana sekitar Rp6 juta per hari kepada SPPG untuk membayar sewa bangunan dan peralatan dapur kepada mitra penyedia.

“Istilahnya seperti menyewa rumah. Jadi Rp6 juta itu sudah ditetapkan dari BGN untuk sewa gedung dan alat,” ujarnya.

Meski dapur tidak beroperasi penuh selama masa libur pelajar, insentif tetap dibayarkan karena masih ada aktivitas pendukung seperti pembersihan dan persiapan dapur. (*)

Editor : Jamil Qasim