Batampos - Pengguna jalan yang melintas di Simpang Busung, dekat Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepri di Tanjunguban, Bintan, mengeluhkan kondisi traffic light atau lampu merah yang sering rusak dan mati.
Hal ini membuat mereka merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan saat berkendara. "Lampu merah di sini sering mati, membuat kami harus lebih waspada saat melintas," kata Yani, salah satu pengguna jalan saat ditemui kemarin.
Ia berharap agar pihak terkait dapat segera memperbaiki traffic light di Simpang Busung agar tidak mengganggu keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Kondisi lampu merah yang sering rusak juga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. "Saat traffic light mati, kami harus lebih berhati-hati dan sabar saat melintas," kata Anto, pengguna jalan lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan Bintan, M Insan Amin mengakui bahwa kondisi traffic light di Simpang Busung sudah tua dan sering mati. "Iya (sering mati) barangnya, barang tua," katanya.
Dishub Bintan telah berulang kali mengajukan pengadaan traffic light di beberapa titik di Bintan, namun pengajuan tersebut belum disetujui karena alasan efisiensi.
"Kita sudah ajukan ke BPTD dan Kantor Bupati, tapi belum, karena efisiensi," katanya.
Insan mengatakan bahwa ada 8 traffic light yang diajukan untuk pengadaan baru, dengan model cikal bakal ETLE.
"Kemarin kita ajukan kolektif ada 8 traffic light, kita ajukan model cikal bakal ETLE, anggarannya sekitar Rp 1 miliar," katanya.
Terkait traffic light yang rusak dan mati, Insan mengatakan akan meminta teknisi untuk dapat segera diperbaiki.
"Kita akan minta teknisi untuk perbaiki segera," katanya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak