batampos – Kekeringan yang melanda wilayah Bintan Utara mendorong warga Perumahan Telaga Surya Regency menggelar salat Istisqa, Rabu (25/3). Ibadah tersebut dilaksanakan di pelataran Masjid Al Amin, Kelurahan Tanjunguban Utara.
Salat Istisqa dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dipimpin KH Ahmad Nukhan sebagai imam sekaligus khatib. Mu’arifin bertindak sebagai bilal. Sebelum salat dua rakaat dilaksanakan, jemaah terlebih dahulu membaca istighfar bersama.
Dalam khutbahnya, KH Ahmad Nukhan mengajak warga meningkatkan keimanan dan tetap berbaik sangka di tengah ujian kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ini bentuk ikhtiar kita. Bisa jadi Allah SWT ingin kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya,” ujarnya.
Ia menambahkan, salat Istisqa dianjurkan ketika hujan tidak kunjung turun. Karena itu, ia berharap masjid lain turut menggelar kegiatan serupa agar hujan segera turun.
Kekeringan yang terjadi juga berdampak pada pasokan air bersih. Warga mengaku kesulitan mendapatkan air sejak suplai dari PDAM Tirta Kepri terhenti akibat mengeringnya Waduk Sei Jago.
Herman, salah satu warga, mengatakan terpaksa membeli air dari mobil tangki untuk kebutuhan sehari-hari.
“Saya tidak punya sumur, jadi harus beli air,” katanya.
Hal senada disampaikan Mu’arifin. Ia mengaku harus membeli air dua kali dalam sepekan.
“Satu ton air hanya cukup dua sampai tiga hari,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera membantu distribusi air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (*)
Editor : M Tahang