Batampos - Rencana pemerintah daerah membuka aliran air dari sumber air baku baru ke waduk lama SPAM IKK Seri Kuala Lobam yang telah mengering, dinilai terlalu memakan waktu dan biaya.
Warga mengusulkan solusi alternatif yang lebih cepat dan murah yaitu melakukan penyambungan langsung dari sumber air baku baru ke jaringan pipa SPAM IKK Seri Kuala Lobam.
Menurut salah satu warga Kecamatan Seri Kuala Lobam, Erdis Suhendri, penyambungan aliran air dari sumber air baku baru ke waduk yang sudah kering dengan jarak sekitar 1 kilometer (Km) lebih, akan membutuhkan mekanisme yang panjang.
"Informasinya membutuhkan biaya sekitar Rp 600 sampai Rp 700 juta dan pekerjaanya lebih kurang 1 bulan," katanya.
Masih menurutnya, solusi tersebut tidak sesuai dengan kondisi darurat bencana yang sedang dihadapi masyarakat, karena status tanggap darurat bencana 14 hari.
Karena itu, ia mengusulkan solusi jangka pendek untuk mengatasi kekeringan air di wilayah Kecamatan Seri Kuala Lobam.
Solusinya adalah air dari sumber air baku baru disambungkan langsung ke jaringan pipa SPAM IKK Seri Kuala Lobam.
"Solusinya dari danau biru itu saja langsung di baypas ke jaringan pipa SPAM IKK Seri Kuala Lobam. Jadi kita buat tapak tempat mesin dan panel listrik, lalu taruh mesin di situ, langsung baypas, karena jaringan pipa induk melalui situ," katanya.
Baca Juga: Pernyataan Mentan Disalahartikan, Pengamat: CPO Bukan Dibandingkan Selat Hormuz
"Biaya yang dibutuhkan mungkin sekitar Rp 100 juta dengan pekerjaan sekitar satu minggu," katanya.
Ia berharap solusi ini dapat dipertimbangkan mengingat kondisi krisis air dan status tanggap darurat bencana kekeringan yang dihadapi masyarakat.
Namun, untuk solusi jangka panjang, ia tidak masalah jika harus membuka aliran air dari sumber air baku baru ke waduk SPAM IKK Seri Kuala Lobam sebagai penunjang ketersediaan air baku ke depan.
Pengelola SPAM IKK Seri Kuala Lobam, Pardomuan Lumban Raja menyambut baik usulan dari warga.
Pihak pengelola juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait usulan penyambungan langsung air dari sumber air baku baru ke jaringan pipa SPAM IKK Seri Kuala Lobam.
Hanya, katanya, kadar PH air di sumber air baku baru tersebut belum bisa untuk dikomsumsi dalam artian untuk kebutuhan memasak, namun untuk mandi dan cuci masih layak.
"PH-nya tidak bisa untuk dikonsumsi, tapi kalau untuk mandi dan nyuci layak. Itu tadi karena airnya tidak melalui filter, kalau langsung dilakukan baypas ke jaringan pipa induk SPAM," jelasnya.
Lebih jauh katanya, air dari tiga sumber air baku baru tersebut memiliki PH antara 5,3 hingga 5,8, sedangkan PH air layak konsumsi minimal 6,5 hingga 7,5.
"Bisa saja dibaypas, tapi takut masyarakat tidak bisa menjaga, bisa saja malah digunakan untuk konsumsi, risikonya di situ," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak