Atasi Kekeringan di Bintan, Dinas PUPR Turunkan Alat Berat di Waduk Sei Jago

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 23:31 WIB
Kondisi Waduk Sei Jago, Tanjunguban yang masih terlihat kering, Jumat (10/4/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Kondisi Waduk Sei Jago, Tanjunguban yang masih terlihat kering, Jumat (10/4/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

Batampos - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kepulauan Riau (Kepri) berupaya mengatasi krisis air di Waduk Sei Jago, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara. 

Sebuah alat berat diturunkan di lokasi untuk menggali potensi air yang masih tersisa. 

"Tiga hari lalu, kita sudah melakukan penggalian potensi-potensi air dengan membuka tali air yang kecil sehingga air mengalir ke kolam intake ," ungkap Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan di bawah Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPRP Kepri, Muhammad Ali Arief di lokasi waduk, Jumat (10/4/2026). 

Menurut Ali, kekeringan di Waduk Sei Jago bukan semata kemarau. 

Penyebab utama adalah kondisi bendung waduk yang sudah bocor. Ia menyebut, setidaknya ada tiga titik kebocoran di bedung waduk. 

Ia mengatakan, waduk yang dibangun sekitar tahun 1963 ini tidak pernah mendapat perhatian serius selama hampir 60 tahun. 

Baca Juga: Akses Kendaraan Menuju Lagoi Dialihkan, Ada Apa?

"Tapi dulu pernah dibantu BWS, hanya tidak maksimal," katanya. 

Masih menurut analisa dan perhitungan teknisnya, tekanan air waduk yang tinggi membuat struktur bedung yang kemungkinan dari batu karang, retak dan bocor. 

"Jadi yang menyebabkan air cepat menyusut karena kebocoran," katanya. 

Ia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mengatasi masalah ini karena waduk ini menjadi sumber air baku bagi masyarakat Tanjunguban. 

Selain fokus melakukan pengalian potensi air dengan durasi pekerjaan 12 hari, mereka berencana membuat kolam intake lain agar debit air yang terkumpul lebih banyak sebelum disalurkan ke pelanggan PDAM.

"Perhitungan kita dan PDAM, bisa 5 jam per hari air dialirkan ke pelanggan," harap Ali. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
bintan Waduk Sei Jago