Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bintan dan Batam Masih Tombak Kunjungan Wisman ke Kepri

Slamet Nofasusanto • Senin, 27 April 2026 | 17:20 WIB
WISATAWAN menikmati keindahan di Gurun Pasir Telaga Biru di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam. F.Aprizal untuk Batam Pos
WISATAWAN menikmati keindahan di Gurun Pasir Telaga Biru di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam. F.Aprizal untuk Batam Pos

Batampos - Bintan dan Batam masih menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau (Kepri). Terbukti, di Bintan sendiri pada awal 2026 kunjungan wisman tembus sekitar 40.895 orang. 

Data Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau mencatat, jumlah wisman ke Bintan mencapai 18.660 orang pada Januari dan 22.235 orang pada Februari 2026. Capaian tersebut melampaui periode yang sama tahun 2025 yang hanya 25.606 kunjungan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bintan, Arief Sumarsono, sebelumnya menyebut terjadi kenaikan sekitar 15.300 kunjungan atau tumbuh lebih dari 59,7 persen.

"Ini sinyal positif, tren kunjungan wisman terus membaik,” ujarnya, saat itu.

Baca Juga: Iran Ajukan Skema Damai: Hormuz Dibuka, Nuklir Belakangan

Founder Amazing Bintan, Aprizal mengatakan, capaian ini menegaskan posisi Bintan selain Batam sebagai tombak kunjungan wisman ke Kepulauan Riau. 

Menurutnya, Bintan unggul karena akses langsung dari Singapura melalui ferry ke kawasan wisata Lagoi dengan frekuensi pelayaran tinggi dan kawasan resort yang terintegrasi serta atraksi wisata melalui berbagai event sport tourism.

Hal ini kontras dengan kondisi Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri yang masih menghadapi beberapa kendala.

Menurutnya, kendala yang dihadapi antara lain tarif fery tinggi dari Singapura atau Malaysia karena operator belum menurunkan tarif meskipun okupansi rendah dan frekuensi pelayaran terbatas. 

Baca Juga: Pekerja Non-KTP Batam Dominan, Pemko Mulai Rapikan Data

"Jadinya wisman lebih memilih Batam dan Bintan sebagai alternatif," katanya.

Kemudian, fasilitas publik seperti food court, broadwalk, dan toilet umum serta pelestarian situs heritage masih belum optimal. 

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), keterbatasan bahasa asing dan produk kreatif oleh-oleh juga belum tergarap maksimal. 

Menurutnya, Tanjungpinang punya potensi yang kuat, hanya tinggal dibenahi konektivitas, infrastruktur dasar dan sinergi stakholder. 

"Kita ingin seluruh destinasi maju bersama," katanya. 

Ia berharap, penguatan konektivitas, perbaikan fasilitas, dan promosi digital yang agresif diyakini akan mengerek kunjungan wisaman ke seluruh daerah di Kepri. 

"Mudah-mudahan pariwisata Kepri kembali pulih dan kunjungan wisatawan khususnya dari negara tegangga seperti Singapura dan Malasysia, meningkat," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Wisatan bintan #bintan